PALANGKA RAYA – Banjir yang meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), berdampak terhadap 219 jiwa dan merendam 174 rumah warga di enam desa serta satu kelurahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim masih melakukan pendataan menyusul debit air yang terus meningkat di sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi di daerah hulu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan banjir melanda Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang, Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, dan Kelurahan Kuala Kuayan di Kecamatan Mentaya Hulu, serta Desa Tumbang Mujan di Kecamatan Tualan Hulu dan Desa Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang.
“Kemudian untuk banjir di Desa Sungai Hanya dan Tumbang Sangai dilaporkan surut, sementara untuk Tumbang Mujan belum ada laporan terbaru,” ujar Multazam sebagaimana dilansir Kompas, Senin (18/05/2026).
Menurut Multazam, wilayah yang mengalami perluasan banjir saat ini berada di Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, dan Kelurahan Kuala Kuayan. Kondisi tersebut membuat BPBD terus memantau perkembangan luapan Sungai Mentaya yang diperkirakan bergerak dari wilayah hulu menuju hilir.
“Pada tanggal 16 Mei 2026 (Dasarian II Bulan Mei 2026) air luapan sudah berada di Kecamatan Mentaya Hulu. Dalam beberapa hari ke depan, luapan ini akan mencapai titik akhir di Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi,” tuturnya.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, serta sekitar 2.600 meter jalan desa dan kabupaten. Sebanyak 99 kepala keluarga (KK) turut terdampak akibat bencana tersebut.
“Selain itu, banjir juga menggenangi tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, satu gedung pemerintahan, 2.600 meter jalan desa/kabupaten, 174 rumah terendam,” bebernya.
BPBD Kotim juga melaporkan kerusakan pada jalan poros Desa Tumbang Mujam RT 001 RW 001 akibat tanah longsor di tepi jalan yang dipicu derasnya arus Sungai Tualan setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
“Hujan lebat dengan intensitas tinggi terjadi sejak beberapa hari terakhir sehingga debit air Sungai Tualan menjadi sangat deras dan menyebabkan tanah longsor atau amblas di pinggir jalan poros desa,” ujarnya.
Bencana banjir mulai terjadi sejak Rabu (13/05/2026) dan meluas ke sejumlah desa di wilayah utara Kotim pada Jumat (15/05/2026). BPBD Kotim bersama tim reaksi cepat (TRC) dan sukarelawan desa terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan banjir dan membantu warga terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara