Penguatan Museum Desa Dinilai Penting untuk Generasi Muda Indonesia

JAKARTA Pemerintah terus memperkuat pelestarian budaya nasional melalui pengembangan museum hingga tingkat desa. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai keberadaan museum di desa dapat menjadi ruang edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus sarana interaksi budaya masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Museum Internasional di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026). Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah museum di berbagai daerah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, hingga desa sebagai bagian dari penguatan ekosistem kebudayaan nasional.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan jumlah museum di Indonesia masih belum sebanding dengan kekayaan budaya yang dimiliki bangsa. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, saat ini terdapat 516 museum di Indonesia dan 72,3 persen di antaranya telah terdaftar secara nasional.

“Jumlah 516 museum itu masih kecil, kita ingin Indonesia memiliki ribuan museum yang tersebar hingga desa-desa,” ujar Fadli Zon usai orasi kebudayaan di Museum Nasional Indonesia, sebagaimana dilansir Media Kampung, Senin (18/05/2026).

Selain memperluas jumlah museum, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan melalui standarisasi, penguatan kapasitas konservasi, tata kelola koleksi, serta digitalisasi museum. Dari total museum yang ada, sebanyak 45,3 persen telah memenuhi standar tipe A, B, atau C.

Fadli Zon menjelaskan pemerintah saat ini juga melakukan reinventarisasi dan registrasi ulang koleksi museum, termasuk koleksi Museum Nasional Indonesia yang mencapai sekitar 194 ribu benda bersejarah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah penelitian asal-usul koleksi dan pemanfaatannya secara lebih inovatif.

Menurutnya, pengembangan museum tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan museum swasta, korporasi, perguruan tinggi, dan komunitas budaya. Ia menilai museum harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Data survei Museum dan Cagar Budaya pada 2025 menunjukkan lebih dari 70 persen pengunjung museum berusia di bawah 35 tahun, dengan kelompok usia 18 hingga 24 tahun menjadi yang terbesar mencapai 37 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam dunia permuseuman dan pelestarian budaya nasional.

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menyebut jumlah pengunjung Museum Nasional Indonesia pada 2025 mencapai 770 ribu orang. Tahun ini, museum menargetkan 800 ribu pengunjung tanpa menaikkan harga tiket masuk melalui penambahan berbagai pameran baru.

Penguatan museum hingga ke desa-desa diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah arus modernisasi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Wisata dan UMKM Diyakini Tumbuh Lewat KDKMP

PDF đź“„NGANJUK – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah …

Lembur Pakuan, Desa Wisata di Subang yang Cocok untuk Liburan Santai

PDF đź“„SUBANG – Lembur Pakuan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi desa …

Wisata Desa di Jateng Kian Diminati, Ini 5 Destinasi Favorit

PDF đź“„SEMARANG – Tren wisata berbasis desa di Jawa Tengah (Jateng) terus menarik perhatian wisatawan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *