Pemerintah Integrasikan Koperasi Desa dengan Desa Wisata

NGANJUK – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai mampu memperkuat pengembangan desa wisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Pemerintah menargetkan koperasi desa menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan warga lokal di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan penguatan desa wisata membutuhkan dukungan tata kelola ekonomi yang baik melalui koperasi desa. Menurut dia, keberadaan koperasi akan membantu masyarakat desa mengembangkan potensi wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat tata kelola desa wisata dan UMKM, menjadi pilar utama pengembangan pariwisata berkualitas serta ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ujar Ni Luh Puspa saat peresmian 1.061 KDKMP di Desa Nglawak, Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian ribuan koperasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. KDKMP dirancang sebagai pusat layanan ekonomi dan sosial masyarakat, mulai dari layanan simpan pinjam hingga fasilitas kesehatan.

Ni Luh Puspa menilai desa wisata memiliki peluang berkembang lebih besar apabila didukung koperasi yang kuat dan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, sinergi desa wisata dan koperasi dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperluas lapangan kerja bagi warga desa.

“Koperasi desa dan desa wisata sama-sama berbasis masyarakat sehingga manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan masyarakat lokal,” katanya.

Dari total 1.061 koperasi yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30 koperasi telah terintegrasi dengan desa wisata dan masuk dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, Kemenpar juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi untuk mendukung pengembangan model bisnis koperasi berbasis potensi wisata daerah. Dukungan tersebut meliputi penyediaan data desa wisata, pengembangan produk wisata, hingga penguatan fasilitas pendukung pariwisata desa.

Program KDKMP juga diarahkan untuk membantu pengembangan UMKM lokal melalui pengelolaan produk wisata dan pemasaran berbasis komunitas. Pemerintah mencatat Indonesia saat ini memiliki sedikitnya 6.207 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah.

Keberadaan koperasi desa dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi desa, termasuk mendukung pelestarian budaya dan lingkungan di kawasan wisata. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Merdeka, Minggu, (17/05/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Panitia Pilkades Desa Kemiri Tekankan Netralitas KPPS

PDF đź“„SIDOARJO – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo resmi …

Bupati Badung Ajak Desa Adat Bersinergi Atasi Sampah Pantai

PDF đź“„BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memperketat pengawasan pengelolaan sampah di sektor hotel, restoran, …

Desa Adat Abianbase Terima Bantuan Rp460 Juta dari Pemkab Badung

PDF đź“„BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyalurkan bantuan kebencanaan senilai Rp460 juta untuk perbaikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *