Transformasi BUMDes Lopait Dorong Kemandirian Desa

SEMARANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lopait Karya Mandiri Sejahtera di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menunjukkan transformasi signifikan dalam lima tahun terakhir setelah berhasil berkembang dari usaha sederhana menjadi penggerak utama ekonomi desa berbasis layanan publik, digitalisasi, dan pemberdayaan UMKM, Senin (4/5/2026).

Perjalanan BUMDes yang berdiri sejak 2019 tersebut awalnya dimulai dari layanan pembayaran elektronik atau e-payment untuk kebutuhan administrasi warga. Seiring waktu, unit usaha ini berkembang pesat dengan menghadirkan layanan internet desa, pengelolaan sampah, hingga pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tingkat lokal.

Kepala Desa Lopait Budiyono menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa tidak dapat berjalan tanpa pengelolaan profesional melalui BUMDes sebagai instrumen utama. Ia menyebut pemerintah desa berperan sebagai pendukung, sementara pengembangan usaha sepenuhnya dijalankan oleh BUMDes.

“Semua kegiatan yang bertujuan untuk kemajuan masyarakat kami dorong melalui BUMDes. Desa siap mendukung penuh, tetapi yang menjalankan dan mengembangkan tetap BUMDes,” ujarnya.

Perkembangan signifikan BUMDes Lopait mulai terlihat ketika inovasi layanan internet desa diluncurkan pada masa pandemi COVID-19. Layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan akses digital masyarakat, terutama pelajar, dengan tarif yang lebih terjangkau.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur BUMDes Lopait Karya Mandiri Sejahtera Yamsiha menjelaskan bahwa dampak nyata baru terasa setelah dua tahun berjalan, ketika tingkat kepercayaan masyarakat meningkat seiring manfaat yang dirasakan langsung.

“Kurang lebih dua tahun baru terasa dampaknya. Awalnya masyarakat belum begitu paham, tapi setelah melihat manfaatnya, kepercayaan itu tumbuh dengan sendirinya,” kata Yamsiha sebagaimana diberitakan Joglo Jateng, Senin (04/05/2026).

Selain layanan digital, BUMDes juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah desa yang dibiayai melalui iuran warga. Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan layanan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

BUMDes Lopait turut memperkuat sektor UMKM, khususnya produksi jamu tradisional yang menjadi identitas ekonomi lokal. Produk seperti beras kencur, kunyit asam, hingga jamu berbahan daun pepaya dikembangkan melalui pendampingan sertifikasi halal, pelatihan, dan pemasaran digital.

Ke depan, pemerintah desa bersama BUMDes mulai merancang pengembangan wisata berbasis sumber mata air sebagai potensi ekonomi baru. Model pengelolaan yang transparan dan kolaboratif dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha desa ini.

Dengan berbagai inovasi tersebut, BUMDes Lopait tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga simbol transformasi desa dalam menghadapi tantangan digital dan kemandirian ekonomi berbasis masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

30 Ribu Posisi Manajer Koperasi Diperebutkan 639 Ribu Pelamar

PDF đź“„JAKARTA – Lonjakan minat terhadap rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) …

RPJMDes Kedungwungu Dimulai, Warga Ikut Tentukan Arah Desa

PDF đź“„INDRAMAYU – Pemerintah Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, mulai merumuskan arah pembangunan jangka menengah desa …

Bedah RTLH di Tiga Desa Lamongan, Hunian Layak Mulai Dibangun

PDF đź“„LAMONGAN – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Karangbinangun mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *