SUBULUSSALAM – Fenomena langka berupa mekarnya bunga bangkai di kawasan objek wisata Kolam Ratu Lembong, Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, menjadi magnet baru yang mendongkrak kunjungan wisata sekaligus membuka peluang edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat.
Kemunculan tanaman dengan nama latin Amorphophallus paeoniifolius pada Jumat (17/4/2026) tersebut sontak menarik perhatian warga dan pengunjung. Tanaman herba berumbi besar dengan aroma khas menyengat itu memicu rasa penasaran, sehingga banyak warga berdatangan untuk melihat langsung dari dekat.
Pengelola objek wisata Kolam Ratu Lembong, T Raja Harisul Azzhar, mengaku kemunculan bunga bangkai tersebut di luar perkiraan pihaknya.
“Kemunculan bunga bangkai ini membuat para pengunjung kaget sekaligus penasaran. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyampaikan informasi ini agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia, Jumat, (17/4/2026).
Ia menilai, fenomena ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga berpotensi menjadi sarana edukasi tentang keanekaragaman hayati bagi masyarakat dan pengunjung.
Sejumlah aparat desa turut turun langsung ke lokasi setelah menerima informasi terkait kemunculan bunga tersebut. Pemerintah desa diharapkan dapat mengambil langkah perlindungan agar tanaman tetap terjaga dari gangguan serta bisa dimanfaatkan sebagai objek penelitian dan wisata edukatif.
Dengan meningkatnya kunjungan akibat fenomena alam ini, kawasan Kolam Ratu Lembong diproyeksikan semakin dikenal luas. Ke depan, pengelolaan yang berkelanjutan dinilai penting agar potensi wisata berbasis alam ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara