Dari Kebun Jadi Kampung, Babakan Mandala Siap Pilih Ketua RT Baru

PANDEGLANG – Menjelang musyawarah pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) definitif, warga Kampung Babakan Mandala RT 03/RW 03 Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang diajak menelusuri asal-usul kampung yang bermula dari kawasan kebun sederhana hingga berkembang menjadi permukiman.

Sejarah tersebut disampaikan oleh warga sekaligus pemerhati kampung, Diar Mandala, pada Kamis (16/4/2026), sebagai upaya memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat menjelang agenda pemilihan RT.

“Tanah di daerah Babakan Mandala ini dulu milik beberapa keturunan dari Umi Romlah binti Syech Shohib,” kata Diar Mandala.

Ia menjelaskan, sebelum tahun 1970, wilayah Babakan Mandala hanya berupa kebun yang ditumbuhi pohon pisang dan kelapa, serta dihuni dua rumah milik tokoh masyarakat setempat dan leluhur warga.

Seiring waktu, kawasan tersebut berkembang setelah adanya amanat dari tokoh masyarakat kepada keluarganya agar wilayah tersebut diberi nama Kampung Babakan Mandala ketika mulai ramai dihuni.

“Kelak bila daerah sini sudah banyak rumah, agar diberikan nama Kampung Babakan Mandala,” ujarnya.

Penamaan kampung kemudian diwujudkan melalui musyawarah dan mendapat persetujuan tokoh agama setempat, sebelum diajukan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Mandalasari untuk memperoleh pengakuan administratif.

“Nama itu bertahan hingga saat ini, April 2026,” kata Diar Mandala.

Dalam perkembangannya, Abah Arman dipercaya warga sebagai Ketua RT pertama yang berperan dalam membangun fasilitas dasar seperti tempat ibadah dan pendidikan, serta menata kehidupan sosial masyarakat.

“Kami keluarga besar Mandala mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Abah Arman yang telah mewujudkan amanat leluhur kami,” ucapnya.

Saat ini, posisi Ketua RT dijalankan oleh penjabat (Pj) RT Oky Wiyono yang ditunjuk melalui surat keputusan Kepala Desa (Kades) Mandalasari untuk menjalankan roda pemerintahan sementara di tingkat lingkungan.

Diar menilai, pemilihan Ketua RT definitif menjadi kebutuhan mendesak mengingat meningkatnya program pembangunan desa yang memerlukan koordinasi efektif antara Pemerintah Desa dan pengurus lingkungan.

“Ke depan kegiatan dan program desa cukup banyak, sehingga butuh sinergi antara Pemerintah Desa dengan para Ketua RT dan RW. RT dan RW adalah mitra resmi Kepala Desa,” jelasnya sebagaimana dilansir Menara Madinah, Jumat, (16/4/2026).

Warga berharap musyawarah pemilihan Ketua RT dapat berlangsung lancar dan menghasilkan pemimpin lingkungan yang mampu menjaga kerukunan serta mendorong kemajuan Kampung Babakan Mandala.

“Semoga proses pemilihan Ketua RT berjalan baik, melalui musyawarah dan semangat kekeluargaan. Kita berharap Babakan Mandala menjadi lingkungan yang aman, sejahtera, rukun, dan kompak,” tutup Diar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Paskah Oikumene di Bolsel Tegaskan Harmoni di Tengah Keberagaman Warga

PDF đź“„BOLAANG UKI – Perayaan Paskah Oikumene 2026 yang digelar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) …

Ribuan Warga Padati Gebyar Sholawatan di Pancur Bojonegoro

PDF đź“„BOJONEGORO – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, tidak lagi sekadar seremoni …

Desa Topanda Resmi Jadi Desa Cantik, Tata Kelola Data Diperkuat

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa (Pemdes) Topanda, Kecamatan Rilau Ale, resmi dicanangkan sebagai lokasi program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *