OKI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memetakan sebanyak 101 desa di wilayahnya sebagai kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang tersebar di 16 kecamatan.
Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto menyampaikan, hasil pemetaan tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah rawan memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau. “Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, terdapat 101 desa yang masuk wilayah rawan karhutla. Ratusan desa itu tersebar di 16 kecamatan di OKI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dominasi lahan gambut menjadi faktor utama tingginya potensi kebakaran di wilayah tersebut. “Mayoritas wilayah yang rawan karhutla memiliki karakteristik lahan gambut,” tambahnya.
Dari total 18 kecamatan di OKI, dua kecamatan yakni Kecamatan Mesuji Makmur dan Kecamatan Lempuing tidak termasuk dalam kategori rawan. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu. “Dua daerah itu tidak termasuk wilayah rawan, namun tetap diwaspadai,” katanya.
BPBD OKI juga mengidentifikasi sejumlah kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi berdasarkan jumlah desa terdampak. Kecamatan Tulung Selapan tercatat memiliki desa rawan terbanyak dengan 15 desa, diikuti Kecamatan Cengal sebanyak 14 desa, Sungai Menang 11 desa, Pangkalan Lampam 10 desa, dan Kayu Agung 9 desa.
Selain itu, Kecamatan Jejawi dan Pampangan masing-masing memiliki 7 desa rawan, Pedamaran dan Tanjung Lubuk masing-masing 6 desa, Lempuing Jaya 4 desa, serta Pedamaran Timur 3 desa. Sementara itu, Kecamatan Mesuji, Mesuji Raya, Teluk Gelam, dan SP Padang masing-masing memiliki 2 desa rawan, serta Kecamatan Air Sugihan dengan 1 desa.
Melalui pemetaan ini, BPBD OKI menargetkan langkah mitigasi dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih terarah, khususnya pada wilayah prioritas yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara