Desa Maukabatan Lahirkan Petani Milenial Sukses

KEFAMENANU – Perjalanan seorang petani milenial di Desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan potensi sektor pertanian sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan, setelah sebelumnya meninggalkan pekerjaan sebagai pegawai honorer.

Sancho Soares Marques memilih kembali ke sektor pertanian setelah menilai pendapatan sebagai pegawai tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Keputusan tersebut diambil usai ia menjalani pekerjaan sebagai pegawai selama satu tahun. “Karena dorongan dari orang terdekat saya maka saya ikut (menjadi pegawai) dulu,” ujarnya.

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang pertanian, Sancho kemudian memantapkan diri untuk mengembangkan usaha di Desa Maukabatan. Ia memulai dengan membeli lahan seluas 6,5 hektare pada 2022, yang kemudian diperluas menjadi total 23 hektare guna mendukung pengembangan usaha pertanian dan peternakan secara terpadu.

Di lahan tersebut, Sancho membudidayakan berbagai komoditas hortikultura seperti pepaya, melon, semangka, tomat, cabai, terong, kacang tanah, kacang panjang, buncis, pakcoy, dan sawi. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha peternakan dengan memelihara sapi, babi, serta merencanakan pengembangan ayam petelur.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan kembali ke sektor pertanian juga dipengaruhi oleh kesiapan lahan dan momentum yang dinilai tepat. “Kebetulan kembali ke sini, saya dapat momennya sudah pas, lahannya sudah ada, ya sudah saya terjun kembali ke dunia pertanian,” ujarnya.

Sebelum fokus sepenuhnya pada usaha pertanian, Sancho sempat terlibat dalam berbagai pekerjaan, mulai dari fasilitator desa di Dinas Pertanian, staf ahli seorang senator, hingga manager di lembaga yang bergerak di bidang pertanian. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mengelola usaha secara mandiri dan profesional.

Lahan yang dikelola sebelumnya merupakan kawasan hutan gewang (Corypha utan L), yang kemudian diolah menjadi lahan produktif melalui pendekatan berbasis ilmu pertanian. Setiap hari, ia melakukan pengawasan langsung terhadap aktivitas di lahan serta memberikan edukasi kepada para pekerja.

Dari hasil panen, Sancho mengaku mampu memperoleh pendapatan bersih yang signifikan, mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung pada musim dan hasil produksi. Keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa sektor pertanian di desa memiliki potensi besar jika dikelola dengan pengetahuan dan perencanaan yang matang.

Melalui kisah ini, sektor pertanian dinilai dapat menjadi alternatif lapangan pekerjaan yang berkelanjutan bagi generasi muda di desa, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara mandiri. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Hujan Deras Picu Longsor, Rumah Warga Pacitan Rusak Parah

PDF 📄PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bergerak cepat menangani …

Curah Hujan Tinggi Picu Bencana, Warga Sragen Mengungsi

PDF 📄SRAGEN – Ancaman tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi memaksa dua kepala keluarga di …

Pantai Hi’a Lewomada, Surga Tersembunyi di Utara Sikka

PDF 📄SIKKA – Desa Lewomada di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *