Gotong Royong Warga Kemanukan Hidupkan Lahan Mati

PURWOREJO – Warga RT 02 Desa Kemanukan, Kabupaten Purworejo berhasil mengubah lahan terbengkalai menjadi kebun produktif melalui penerapan urban farming atau pertanian perkotaan, sekaligus menciptakan sumber ekonomi dan ruang sosial baru bagi masyarakat setempat dalam enam bulan terakhir.

Lahan yang sebelumnya tidak terurus kini dimanfaatkan secara kolektif oleh warga menjadi area pertanian dengan berbagai komoditas seperti pepaya dan daun jeruk. Pengelolaan dilakukan bersama dengan sistem pembagian hasil yang melibatkan pemilik lahan, kas Rukun Tetangga (RT), dan petani penggarap.

Budi Agung, salah satu penggerak kegiatan, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berawal dari keprihatinan terhadap lahan yang terbengkalai. “Awalnya ini lahan tidak terurus, milik warga yang tidak dimanfaatkan. Lalu kami berinisiatif untuk mengelolanya bersama,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/4/2026).

Dengan luas sekitar 20 x 10 meter dan 15 x 10 meter, lahan tersebut kini menjadi contoh pemanfaatan ruang kosong di lingkungan permukiman. Pemilihan tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan nilai ekonomi dan kemudahan perawatan, di mana daun jeruk dipilih karena permintaan pasar yang stabil, sedangkan pepaya memiliki masa panen yang relatif cepat.

Selain memberikan manfaat ekonomi, kebun tersebut juga menjadi sarana memperkuat interaksi sosial antarwarga. Aktivitas gotong royong dalam pengelolaan kebun dinilai mampu meningkatkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Yang penting itu kebersamaannya. Kita jadi sering kumpul, kerja bareng, dan hasilnya juga bisa dinikmati bersama,” tambah Budi.

Dana yang diperoleh dari kas RT selanjutnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lingkungan, termasuk kegiatan sosial dan perbaikan fasilitas umum di wilayah tersebut.

Inisiatif ini dinilai menjadi solusi alternatif dalam menghadapi keterbatasan lahan serta meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat desa, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif agar lebih bernilai guna.

Budi berharap pengembangan kebun kolektif ini dapat terus diperluas di masa mendatang. “Harapannya bisa lebih besar lagi. Mungkin nanti bisa tambah tanaman lain atau lahan baru,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sinergi Pemerintah dan Desa Dorong Kemandirian Pangan

PDF đź“„BANDA ACEH – Pemerintah melalui Dinas Peternakan Aceh menggandeng Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) …

Warga Pampangan Kembangkan Ternak Ayam dengan Cara Unik

PDF đź“„KAYUAGUNG – Warga Desa Kandis, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memanfaatkan …

Petani Bangka Selatan Gunakan Drone untuk Pupuk dan Semprot

PDF đź“„BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan mulai mempercepat modernisasi sektor pertanian dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *