Gak Perlu ke Jogja, Pandeglang Punya Wisata Edukasi Lengkap

PANDEGLANG – Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang (Pandeglang), Banten, mulai menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi berbasis desa setelah Bukit Sinyonya mencatat lonjakan kunjungan hingga lebih dari 30 ribu wisatawan sejak akhir 2023 hingga 2026.

Peningkatan kunjungan tersebut tidak hanya berasal dari wisatawan domestik, tetapi juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Tren ini menunjukkan potensi desa wisata sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus sarana edukasi berbasis kearifan lokal.

Pengelola Wisata Bukit Sinyonya, Asep Adam, mengatakan bahwa minat wisatawan terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. “Sejak akhir 2023 sampai sekarang, jumlah kunjungan wisatawan kurang lebih sudah mencapai 30 ribu orang. Bahkan, wisatawan dari luar negeri juga sudah mulai banyak berkunjung,” kata Asep Adam.

Ia mengungkapkan, pada 30 April mendatang, Bukit Sinyonya dijadwalkan menerima kunjungan wisatawan dari India, Kazakhstan, dan Kamboja. Setelah itu, wisatawan dari kawasan Eropa juga disebut akan menyusul dalam waktu dekat.

Menurutnya, pengembangan wisata di desa tersebut mengusung konsep edukasi yang menyasar pelajar melalui berbagai aktivitas berbasis pengalaman langsung. Program yang ditawarkan meliputi edukasi anyaman pandan, membatik, menanam padi, hingga pengolahan kopi yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat desa.

Selain itu, tersedia pula kegiatan budidaya ikan, wisata ngagogo atau menangkap ikan secara tradisional, hingga fasilitas bumi perkemahan dan camping ground. Untuk kelompok instansi dan komunitas, pengelola menyediakan fasilitas meeting outdoor serta jalur tracking sepeda.

“Yang paling diminati biasanya paket one day trip, seperti edukasi anyaman pandan, batik, pengolahan kopi, traditional game, dan fun game. Itu banyak diminati sekolah-sekolah, khususnya dari Provinsi Banten,” ujarnya.

Dari sisi tarif, paket wisata ditawarkan mulai Rp35 ribu hingga Rp55 ribu per orang untuk setiap kegiatan. Sementara paket menginap tersedia melalui fasilitas camping ground seharga Rp350 ribu per tenda berkapasitas tiga hingga empat orang, termasuk matras dan sarapan. Pengunjung juga dapat memilih fasilitas guesthouse dengan kapasitas lima hingga enam orang seharga Rp750 ribu per malam.

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, berbagai fasilitas telah disiapkan, seperti aula serbaguna, musala, toilet, serta area kuliner. Pengelola juga menghadirkan kafe bernama Kafe Puhu sebagai daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Meski demikian, Asep mengakui bahwa promosi destinasi masih menjadi tantangan utama karena belum semua masyarakat lokal mengetahui keberadaan Bukit Sinyonya. “Kami mengajak khususnya anak-anak sekolah di Banten, tidak perlu jauh-jauh study tour ke luar daerah seperti Yogyakarta. Di Pandeglang sudah ada wisata edukasi yang lengkap,” pungkasnya.

Pengembangan Bukit Sinyonya sebagai wisata desa diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat serta memperkenalkan potensi lokal ke tingkat nasional hingga internasional. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ritel Modern Dibatasi, Warung Kecil di Karawang Dapat Ruang Tumbuh

PDF đź“„KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memperketat pembatasan izin ritel modern yang akan beroperasi …

Cegah Banjir dan Penyakit, Pemdes Serdang Kulon Awasi Titik Rawan Sampah

PDF đź“„KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, memperketat pengawasan di sejumlah …

Legok Waspadai Dampak Sampah terhadap Banjir dan Kesehatan

PDF đź“„KABUPATEN TANGERANG – Upaya penanganan sampah liar di wilayah Kecamatan Legok terus diperkuat melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *