Pascabentrok Maut, Warga Halteng Serahkan Sajam ke Aparat

HALMAHERA TENGAH – Upaya pemulihan pascakonflik di Kecamatan Patani Barat mulai menunjukkan hasil setelah warga secara sukarela menyerahkan senjata tajam kepada aparat TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sebagai langkah menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Penyerahan senjata tajam (sajam) dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk komitmen mengakhiri ketegangan yang sebelumnya memicu bentrokan antarwarga di perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo. Aksi ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara dan Halmahera Tengah dalam upaya mitigasi konflik.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Stephen M Napiun menyampaikan bahwa langkah warga tersebut mencerminkan kesadaran kolektif untuk menjaga keamanan bersama. “Tentu penyerahan ini menjadi wujud kesadaran masyarakat untuk mengakhiri konflik dan bisa menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh barang bukti yang terkumpul akan diamankan dan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap keamanan lingkungan serta kehadiran negara dalam meredam konflik sosial.

Sebelumnya, bentrokan antarwarga terjadi pada 3 April 2026 di wilayah perbatasan dua desa tersebut. Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah rumah warga terbakar akibat aksi massa yang tersulut emosi.

Peristiwa tersebut dipicu oleh temuan jasad seorang warga bernama Ali Abas (65) di area kebun sehari sebelumnya. Dugaan adanya unsur kekerasan memicu kecurigaan keluarga korban dan berujung pada aksi saling serang antarwarga dari desa berbeda.

Dalam eskalasi konflik, sejumlah fasilitas umum turut menjadi sasaran pembakaran, termasuk pos polisi setempat. Aparat gabungan dari TNI dan Polri kemudian dikerahkan sebanyak 250 personel untuk mengendalikan situasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah dan aparat keamanan kini fokus pada proses pemulihan kondisi masyarakat, termasuk pendataan korban dan kerusakan fasilitas.

Situasi di wilayah tersebut dilaporkan telah berangsur kondusif, sementara aparat terus melakukan pengamanan guna memastikan konflik tidak kembali terjadi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Delapan Desa di Tilango Belum Bisa Bangun Gerai KDMP

PDF đź“„GORONTALO – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo (Kabgor), …

Ekspor Tanaman Hias Dorong Desa Sukamantri Naik Kelas di Kancah Nasional

PDF đź“„BOGOR – Transformasi ekonomi berbasis desa di Kabupaten Bogor (Bogor), Jawa Barat (Jabar), menunjukkan …

Wisata Lereng Bromo Makin Lengkap dengan Kehadiran Desa Ngadiwono

PDF đź“„PASURUAN – Pengembangan Desa Ngadiwono di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan (Pasuruan), Jawa Timur, terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *