BOGOR – Transformasi ekonomi berbasis desa di Kabupaten Bogor (Bogor), Jawa Barat (Jabar), menunjukkan hasil nyata. Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, berhasil memperluas jangkauan pasar tanaman hias hingga menembus ekspor dan memperoleh pengakuan nasional melalui Program Desa BRILiaN yang digagas PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Desa seluas 638 hektare yang berada di lereng perbukitan kaki Gunung Salak itu berkembang menjadi sentra tanaman hias dengan komoditas unggulan seperti anthurium kuping gajah, philodendron, dan aglaonema. Keberhasilan tersebut turut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi desa sebagai salah satu contoh pemberdayaan ekonomi pedesaan.
Selain didukung aktivitas masyarakat yang telah lama bergerak di sektor tanaman hias, pengembangan usaha juga dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Muda Sejahtera. Lembaga tersebut memberikan pelatihan budidaya kepada petani agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Sukamantri, Sudrajat, menjelaskan BUMDes berperan aktif mendampingi petani melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
“BUMDes punya program untuk pelatihan terkait untuk budidaya tanaman di Bumdes. Kita datangkan narasumber. Untuk pelatihan, BUMDes mendatangkan dan alhamdulillah mereka semua sudah mandiri sekarang,” ujar Sudrajat sebagaimana dilansir Detikfinance, Sabtu (23/05/2026).
Menurutnya, Desa Sukamantri dipilih mengikuti Program Desa BRILiaN karena telah memiliki produk unggulan yang berkembang dan berpotensi diperluas pasarnya. Salah satu fokus pengembangan adalah sektor ekspor tanaman hias yang selama ini menjadi kekuatan utama desa.
“Biasanya kan selama ini desa punya produk unggulan yang memang sudah berjalan, sudah melewati proses pemberdayaan, cuma memang desa masih kesulitan untuk mengeksplor potensi yang ada,” ujarnya.
Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum Desa Sukamantri, Nur Amalia, mengatakan aktivitas ekspor tanaman hias sebenarnya telah berlangsung sebelum desa mengikuti Program Desa BRILiaN. Namun, program tersebut memberikan nilai tambah dalam memperluas promosi dan pengenalan desa ke tingkat yang lebih luas.
“Kalau untuk tanaman hias, sebelum kami ikut Desa BRILian pun sudah ekspor. Dan mungkin dengan ikutan Desa BRILian ini lebih banyak lagi mungkin,” kata Nur Amalia.
Dampak promosi tersebut dinilai meningkatkan popularitas Desa Sukamantri secara signifikan. Desa yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini mulai dikenal masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
“Nah lewat BRILian ini Desa Sukamantri yang awalnya hanya dikenal di lingkup wilayah terdekat, sekarang kan lingkup nasional pun sudah bisa tahu lah informasi terkait desa Sukamantri,” ujar Sudrajat.
Hal senada disampaikan Nur Amalia yang menilai program tersebut membantu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
“Terus setelah itu mereka mengeksplor ke beberapa tempat yang memang sudah ada. Sekarang nasional pun sudah tahu lewat program Desa BRILian itu,” tuturnya.
Selain tanaman hias, masyarakat Desa Sukamantri juga mengembangkan berbagai usaha lain, mulai dari pabrik tahu, peternakan kambing, agen gas, agen BRILink, hingga usaha peternakan ayam petelur. Pada 2024, Desa Sukamantri berhasil masuk peringkat ke-15 Program Desa BRILiaN batch ketiga. Penghargaan yang diterima kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha BUMDes dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh petani tanaman hias melalui bantuan sarana produksi yang diberikan BUMDes. Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha serta meningkatkan kapasitas produksi komoditas unggulan desa di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara