Destinasi Api Tak Kunjung Padam Lesu, Pedagang Berharap Libur Idul Adha

PAMEKASAN – Lesunya kunjungan wisatawan ke destinasi Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mulai berdampak pada pendapatan pedagang di kawasan tersebut. Para pelaku usaha berharap momentum libur Idul Adha 1447 Hijriah dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sekitar objek wisata yang menjadi salah satu ikon daerah itu.

Kondisi sepinya wisatawan terlihat dari banyaknya lapak yang tidak beroperasi dan minimnya transaksi yang terjadi sepanjang hari. Padahal, kawasan wisata tersebut menawarkan fenomena api alam yang menyala dari dalam tanah dan menjadi daya tarik unik bagi pengunjung.

Sejumlah pedagang mengaku penurunan jumlah wisatawan telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, omzet penjualan jagung bakar, ikan segar, hingga produk kerajinan lokal ikut merosot.

“Sudah lama di sini sepi, hanya saat lebaran yang ramai. Sebentar lagi Idul Adha ramai,” ungkap Nawati, pedagang jagung di kawasan wisata tersebut, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat, (22/05/2026).

Menurut Nawati, lonjakan pengunjung biasanya hanya terjadi pada masa libur hari besar keagamaan. Saat Idul Fitri, keramaian dapat berlangsung hingga sekitar sepekan, sedangkan saat Idul Adha umumnya hanya berlangsung selama dua hari.

“Kalau sepi tidak ada jagung yang laku. Hari ini saja, dari pagi belum laku sama sekali,” ujarnya.

Ia menuturkan telah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun. Namun, kondisi saat ini dinilai jauh berbeda dibandingkan masa lalu ketika berbagai kegiatan pemerintah daerah sering digelar di kawasan wisata tersebut dan mampu menarik banyak pengunjung.

“Kalau dulu sering ada acara, pengunjung banyak dan kami senang. Sekarang sudah tidak ada,” katanya.

Meski demikian, para pedagang tetap bertahan sambil menaruh harapan pada peningkatan kunjungan wisatawan pada musim liburan mendatang.

“Semoga di Idul Adha nanti di sini ramai seperti tahun kemarin. Itu harapan kami di saat sepi seperti sekarang,” harapnya.

Keluhan serupa disampaikan Ernawati yang mengaku semangat berdagang mulai menurun akibat minimnya jumlah pengunjung pada hari-hari biasa.

“Baru kalau ramai kita bisa untung. Kalau saat hari-hari biasa, hampir tidak ada pengunjung,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan program atau kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata tersebut sehingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kembali bergairah.

“Padahal wisata api alam di sini tidak ditemukan di tempat lain. Hanya saat lebaran yang ramai,” kata Ernawati. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Randupitu Wujudkan Desa Bersih Lewat Program Desa Cantik

PDF đź“„PASURUAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, resmi mengembangkan program “Desa …

Tumpukan Sampah 50 Meter Ganggu Warga Pesisir Pamekasan

PDF đź“„PAMEKASAN – Warga di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menghadapi …

Pesisir Branta Dipenuhi Limbah Rumah Tangga, Warga Keluhkan Minimnya Fasilitas

PDF đź“„PAMEKASAN – Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di kawasan pesisir Desa Branta Pesisir, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *