Pati Matangkan Solusi Penolakan Lokasi Gedung KDMP

PATI – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lapangan Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, mulai menemukan solusi melalui jalur musyawarah desa. Kepala Desa (Kades) Sukobubuk, Saman, menekankan bahwa penolakan bukan pada program KDMP, melainkan pada lokasi yang dianggap mengganggu fungsi lahan publik.

Menurut Saman, lapangan desa tersebut merupakan lahan milik Perum Perhutani yang kerap digunakan untuk olahraga, sedekah bumi, dan hiburan masyarakat. “Dan tidak ada satu pun yang menolak pembangunan gedung KDMP. Semuanya silakan dibangun tapi jangan di lokasi (Lapangan Desa) itu gitulah,” jelasnya.

Persoalan bermula saat pemerintah desa melakukan pembersihan lahan untuk persiapan pembangunan, yang memicu pertanyaan dan keberatan warga. Saman menambahkan bahwa lokasi tersebut belum pernah disurvei oleh pihak Agrinas, dan inisiatif penataan lahan berasal dari pemerintah desa sendiri.

Masalah utama yang dihadapi desa adalah keterbatasan aset tanah. Desa Sukobubuk tidak memiliki tanah kas desa, sehingga salah satu opsi yang muncul adalah menggunakan lahan Perum Perhutani dengan negosiasi nilai sewa yang masih menjadi perdebatan. “Perhutani kan minta ini Mas, minta apa sewa. Mintanya Rp 4 juta per tahun, tapi kami mampunya hanya Rp 2 juta,” terang Saman.

Dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Selasa (31/3), muncul tiga alternatif lokasi pembangunan. Pertama, pembangunan di lahan Perhutani dengan syarat bangunan lama dibongkar. Kedua, tukar guling lahan milik warga dengan tanah aset desa di Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo. Ketiga, jika dua opsi tidak menemukan titik temu, solusi akan dicari melalui pihak terkait di tingkat daerah, provinsi, maupun pusat.

Saman menegaskan hasil musyawarah telah disepakati bersama warga, dan situasi di lapangan tetap kondusif. “Kalau di sini adem Mas, adem ayem enggak ada masalah apa-apa,” tegasnya.

Meskipun pembangunan gedung masih menunggu lokasi final, Koperasi Desa Merah Putih di Sukobubuk sudah berjalan dengan kantor kecil sewaan dan modal sukarela anggota. Usaha seperti penjualan LPG, pupuk bersubsidi, dan sembako sudah dijalankan, dengan kondisi keuangan mulai menunjukkan hasil positif.

Saman menekankan pentingnya pembangunan gedung KDMP sebagai bagian dari program pemerintah untuk rakyat, sambil menyoroti tantangan keterbatasan lahan yang dihadapi desa. “Tidak semua desa itu punya tanah. Kami yang ada di bawah itu kalau terkait masalah program-program seperti ini kalau enggak punya tanah kami yang kebingungan,” pungkasnya.[]

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Pesisir Jadi Fokus, Pemerintah Bangun 1.269 Kampung Nelayan Modern

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah …

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF đź“„LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *