Akademisi Ingatkan Pentingnya Verifikasi Sebelum Buku Sejarah Bengkel Dicetak

Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengumpulkan sumber dan silsilah leluhur serta meminta tim pengelola menuntaskan verifikasi sebelum menerbitkan buku sejarah desa.

BULELENG – Penyusunan buku sejarah Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, diarahkan untuk mengutamakan kelengkapan dan keakuratan data sebelum diterbitkan. Tim Pengelola Sejarah Desa Bengkel diminta menelusuri, mengumpulkan, serta memverifikasi berbagai sumber sejarah, termasuk prasasti, lontar, babad, dan silsilah keluarga masyarakat.

Arahan tersebut mengemuka dalam Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel yang berlangsung di Desa Bengkel, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, tokoh adat, aparat keamanan, perangkat desa, dan tim pengelola sejarah untuk memperkuat dasar penyusunan dokumentasi sejarah desa.

Kepala Seksi (Kasi) Sosial dan Budaya Kecamatan Busungbiu, Putu Aryasa, turut menghadiri kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Buleleng beserta jajaran, Gede Mahardika, Nengah Bawa, perangkat Desa Bengkel, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bendesa Adat, serta para prajuru Desa Adat Bengkel.

Diskusi diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Bendesa Adat Bengkel. Materi pertama disampaikan Made Yudiasa yang menekankan pentingnya sumber tertulis dan peninggalan sejarah sebagai bukti untuk menelusuri asal-usul serta perkembangan suatu desa.

Prasasti, lontar, dan babad dinilai menjadi sumber penting dalam mengungkap perjalanan Desa Bengkel. Penelusuran juga perlu mencakup sejarah kedatangan warga dari luar wilayah desa agar gambaran mengenai asal-usul masyarakat dapat disusun secara lebih utuh.

Masyarakat yang mengetahui silsilah keluarga atau garis keturunan leluhur turut diminta menyampaikan informasi beserta data pendukung kepada tim pengkaji. Keterangan warga tersebut akan dihimpun dan dibandingkan dengan sumber sejarah lain sebelum digunakan dalam penyusunan buku.

Dalam pemaparan berikutnya, Gede Mahardika menjelaskan bahwa sejarah merupakan upaya memahami kembali peristiwa masa lalu. Sejarah juga berkaitan erat dengan kebudayaan karena perjalanan masyarakat tidak terlepas dari nilai, tradisi, dan warisan leluhur yang berkembang antargenerasi.

Sementara itu, Nengah Bawa menguraikan bahwa istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, syajaratun, yang berarti pohon. Sejarah dapat dimaknai sebagai peristiwa masa lalu, kisah tentang masa lalu, maupun ilmu yang mempelajari berbagai peristiwa tersebut.

Nengah juga mengingatkan Tim Pengelola Sejarah Desa Bengkel agar tidak terburu-buru menerbitkan buku sebelum seluruh sumber dan informasi diperiksa secara menyeluruh. Pengumpulan, penelusuran, serta verifikasi perlu dilakukan untuk memastikan data yang digunakan lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penekanan terhadap verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan sejarah desa. Keterlibatan masyarakat diperlukan agar informasi mengenai asal-usul keluarga, kedatangan leluhur, dan perkembangan kehidupan desa tidak hanya bersumber dari satu pihak, tetapi didukung berbagai keterangan dan bukti sejarah.

Melalui diskusi panel ini, pemerintah desa, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama menghimpun sumber sejarah. Dengan proses pengkajian yang cermat, buku sejarah Desa Bengkel diharapkan menjadi dokumentasi yang akurat sekaligus sarana mewariskan identitas dan nilai budaya kepada generasi mendatang. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Pantau Tambak dari Rumah, Pembudidaya Kerapu Lamongan Makin Efisien

PDF 📄Pemanfaatan teknologi berbasis IoT membantu pembudidaya kerapu di Lamongan menghemat pakan hingga 20 persen, …

Dinperpusar Demak Mulai Telusuri Arsip Bersejarah Desa Gebang

PDF 📄Dinperpusar Kabupaten Demak berkoordinasi dengan Pemdes Gebang untuk mengidentifikasi dan menyelamatkan arsip statis yang …

MetamorFosil Hadirkan Empat Koleksi Unggulan Prasejarah Semedo

PDF 📄Pameran MetamorFosil dalam Wanara Seba 2026 mengangkat perjalanan pengetahuan masyarakat tentang fosil Semedo, mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *