Ribuan Warga Antusias, Banyuwangi Gelar Turnamen Voli Antar Desa

Melibatkan lebih dari 700 tim dari 189 desa dan 28 kelurahan, turnamen bola voli Banyuwangi menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana mempererat hubungan sosial dan menghidupkan budaya olahraga masyarakat.

BANYUWANGI – Sebanyak 700 tim bola voli dari 189 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dilibatkan dalam turnamen berjenjang yang berlangsung hingga Juni 2020. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi tersebut diarahkan untuk memperkuat kebersamaan warga dan membangun komunikasi antarmasyarakat hingga tingkat desa.

Turnamen yang melibatkan peserta putra dan putri dari kelompok remaja hingga dewasa itu dibuka pada Sabtu (07/03/2020) di lapangan bola voli Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga yang menyaksikan pertandingan antartim dusun.

Bupati Banyuwangi saat itu, Abdullah Azwar Anas, mengatakan olahraga bersama dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Menurutnya, bola voli memiliki daya tarik tersendiri karena mudah dimainkan, tidak membutuhkan fasilitas rumit, dan dapat melibatkan banyak warga.

“Ini adalah gala desa, festivalnya masyarakat desa. Sejak dulu, voli ini menjadi olahraga yang digandrungi masyarakat. Selain mudah untuk menyiapkan medianya, juga bisa diikuti oleh banyak orang. Sehingga pertandingan voli selalu meriah,” ujar Anas kala membuka turnamen tersebut.

Ia juga menyoroti perubahan kebiasaan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai yang semakin meluas dinilai dapat mengurangi aktivitas fisik dan interaksi langsung, sehingga kegiatan olahraga di lingkungan desa perlu terus dihidupkan.

“Kami ingin tradisi olahraga di kampung ini tetap berjalan. Rajin olahraga akan bikin badan bugar. Kalau sudah bugar, daya tahan tubuh kita juga akan kuat. Untuk itu turnamen ini digelar,” kata Anas.

Menurut Anas, pertemuan warga melalui kompetisi olahraga juga dapat membangun kekompakan yang bermanfaat bagi kehidupan sosial dan pembangunan desa. Hubungan komunikasi yang terpelihara dinilai memudahkan masyarakat menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Kalau sudah kompak kan enak. Saat ada permasalahan di desa bisa segera dipecahkan bersama, karena komunikasinya sudah terjaga dari sebelumnya. Kekompakan ini akan menjadi modal utama kita membangun desa,” ujarnya.

Untuk menambah semarak kegiatan, Anas juga mengajak masyarakat melakukan senam bersama. Ribuan warga yang hadir menyambut ajakan tersebut dan mengikuti kegiatan olahraga secara serentak di sekitar lokasi pertandingan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Zen Kostolani, menjelaskan kompetisi menggunakan sistem berjenjang. Pertandingan dimulai dari tingkat dusun, kemudian pemenangnya mewakili desa untuk melanjutkan persaingan hingga tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Ada 700 tim lebih yang bertanding untuk menuju final di tingkat kabupaten. Turnamen ini akan berlangsung hingga Juni 2020. Jadwalnya menyesuaikan masing-masing desa,” kata Zen, sebagaimana diberitakan Liputan6, Sabtu (07/03/2020).

Penyelenggara menyediakan total hadiah sebesar Rp50 juta untuk memperebutkan gelar juara. Jadwal pertandingan disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing desa agar seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi secara bertahap.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam pembukaan turnamen yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Banyuwangi. Melalui konferensi video, kegiatan tersebut terpantau berlangsung di lima lokasi, yakni Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi; Desa Grogol, Kecamatan Giri; Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro; Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo; serta Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo.

Dengan melibatkan ratusan tim dari berbagai wilayah, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet bola voli potensial, tetapi juga menjaga budaya olahraga di lingkungan masyarakat. Interaksi yang terbangun melalui kompetisi diharapkan menjadi modal sosial untuk memperkuat gotong royong dan mendukung pembangunan desa. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

UNIPA dan PNK Garap Potensi Hortikultura serta Nira Lontar Desa Wairbleler

PDF đź“„UNIPA dan PNK mengembangkan teknologi pengolahan serta fermentasi hortikultura dan nira lontar di Desa …

Edyson Rafra Minta Pemkab Mimika Dampingi BUMDes

PDF đź“„BUMDes Mawokauw Jaya di Mimika belum berjalan optimal akibat lemahnya tata kelola dan ketidakaktifan …

Yandri Dorong Limbah Desa Diolah Jadi Energi Alternatif

PDF đź“„Mendes PDT Yandri Susanto mendorong PLN EPI dan BUM Desa memperluas pengolahan limbah menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *