Kelompok Bank Sampah Kebonratu Lestari mendapat komitmen bantuan truk tronton pada November 2026 dan gedung permanen pada 2027 untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
SERANG – Ketersediaan armada pengangkut dan gedung pengelolaan menjadi harapan Pemerintah Desa (Pemdes) Kebonratu untuk memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dukungan berupa satu unit truk tronton bak sampah yang dijanjikan hadir pada November 2026 serta pembangunan gedung permanen pada 2027 diharapkan membuat Kelompok Bank Sampah Kebonratu Lestari dapat beroperasi lebih optimal.
Kelompok bank sampah tersebut diluncurkan secara resmi oleh Pemdes Kebonratu di kantor desa pada Sabtu (31/10/2026). Program ini ditujukan untuk membangun lingkungan desa yang bersih dan sehat sekaligus mengubah sampah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Kebonratu Ahmad Guruh Tajul Arrasy mengatakan, pembentukan kelompok bank sampah mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang dan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin.
“Kami telah meresmikan Kelompok Bank Sampah dengan nama Kebonratu Lestari. Mudah-mudahan upaya ini berdampak positif untuk lingkungan kita,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Bantenraya, Minggu (1/11/2026).
Menurut Guruh, persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Keterlibatan warga diperlukan, terutama dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Intinya perihal sampah harus mulai dari diri sendiri, mulai pilah sampah dari rumah tangga,” katanya.
Ia juga mendorong masyarakat menerapkan prinsip 3R, yakni Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai dapat mengurangi pencemaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual.
“Dengan memilah sampah sejak dari rumah antara sampah organik dan anorganik, maka sampah yang tadinya tidak bernilai bisa menjadi bernilai ekonomis dan tidak lagi mencemari lingkungan,” jelasnya.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, Pemdes Kebonratu memperoleh komitmen dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Bantuan yang dijanjikan meliputi satu unit truk tronton bak sampah pada November 2026 dan pembangunan gedung bank sampah permanen pada 2027.
“Pak Dewan (Ahmad Muhibbin) dan Pak Kadis (Sarudin) janjiin 1 tronton bak sampah bulan November ini. Dan 1 unit Gedung Bank Sampah tahun 2027,” paparnya.
Guruh berharap kedatangan armada pengangkut dapat mengurangi kendala pengangkutan sampah yang selama ini dihadapi desa. Sementara itu, gedung permanen nantinya direncanakan menjadi pusat pemilahan, penimbangan, dan pengelolaan sampah secara lebih terorganisasi.
“Sementara pembangunan 1 unit Gedung Bank Sampah permanen pada tahun 2027 akan menjadi pusat kegiatan pemilahan, penimbangan, dan pengelolaan bank sampah yang lebih profesional,” tuturnya.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, Kelompok Bank Sampah Kebonratu Lestari diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga mendorong kebiasaan warga mengelola limbah dari sumbernya dan meningkatkan nilai ekonomis sampah. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara