Aksi bersih pesisir dan sosialisasi ekosistem mangrove di Desa Timbulsloko menjadi langkah membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis potensi alam dan pemberdayaan masyarakat.
DEMAK – Pelestarian hutan mangrove di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mulai didorong sebagai bagian dari pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui aksi bersih pesisir dan sosialisasi pentingnya ekosistem mangrove yang melibatkan pemerintah, masyarakat, pelajar, serta sejumlah pemangku kepentingan, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kebersihan kawasan pantai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Mangrove dinilai memiliki potensi ekologis sekaligus peluang ekonomi apabila dikelola sebagai bagian dari destinasi wisata berbasis edukasi.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinparta) Demak, Endah Cahya Rini, menilai kelestarian lingkungan merupakan salah satu modal utama dalam membangun pariwisata pesisir. Menurutnya, kebersihan pantai dan keberadaan mangrove harus menjadi perhatian bersama agar potensi wisata alam dapat berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
“Menjaga kebersihan pantai dan kelestarian mangrove berarti turut merawat potensi wisata Demak. Dengan kolaborasi semua pihak, kawasan pesisir berpeluang dikembangkan sebagai wisata edukasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat”, ungkap Endah sebagaimana diberitakan Demakkab, Selasa (27/10/2026).
Pengembangan wisata edukasi mangrove di Timbulsloko membuka peluang untuk menghubungkan kegiatan pariwisata dengan pendidikan lingkungan. Kawasan pesisir tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi pengunjung mengenai fungsi ekosistem mangrove dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Keterlibatan masyarakat dan pelajar dalam aksi bersih pesisir juga menjadi bagian penting dari upaya membangun kepedulian lingkungan sejak dini. Partisipasi berbagai kelompok tersebut diharapkan dapat menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan pantai dan kelestarian kawasan mangrove.
Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Desa Timbulsloko diharapkan mampu mengembangkan potensi wisata pesisir yang memberikan manfaat ekologis, edukatif, sekaligus ekonomi. Keberlanjutan pengembangan tersebut membutuhkan konsistensi dalam menjaga kebersihan kawasan, melestarikan mangrove, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan wisata. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara