Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta 512 PNS penerima Satyalancana Karya Satya menjadi teladan dalam menjaga integritas, membangun budaya kerja profesional, dan membimbing aparatur lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
ADVERTORIAL – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta pegawai negeri sipil (PNS) penerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Pesan tersebut disampaikan saat penganugerahan penghargaan kepada 512 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (08/10/2026).
Ardiansyah menegaskan bahwa penghargaan atas masa pengabdian tidak cukup dimaknai sebagai pencapaian pribadi. Para penerima juga memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kemampuan kerja, menjaga integritas, serta memberikan contoh positif kepada rekan kerja dan pegawai yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Menurutnya, pengalaman panjang aparatur yang memperoleh penghargaan harus menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pemerintahan, terutama melalui keteladanan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Oleh karenanya tadi saya minta manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Integritas ditunjukkan, kemampuan bekerja, kemudian berikan pondasi yang bekerja kepada bawahannya bahwa Anda sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah, dari presiden,” tutur Ardiansyah.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam momentum penganugerahan tanda kehormatan bagi aparatur yang telah menunjukkan pengabdian secara berkelanjutan.
Ardiansyah berharap para penerima penghargaan tidak hanya mempertahankan kinerja pribadi, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan kerja melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya kali ini mencakup dua tahap penetapan melalui Keputusan Presiden (Keppres), yakni pada 2025 dan Juli 2026. Kedua tahap tersebut digabungkan karena penyematan penghargaan bagi penerima tahun sebelumnya belum sempat dilaksanakan.
“Ini keputusan presiden ada dua tahap. Yang pertama di tahun 2025, kemudian yang kedua di bulan Juli 2026, ya. Karena pada saat tahun lalu kita belum sempat untuk memberikan penyematan ini. Alhamdulillah hari ini kita satukan sehingga total semuanya ada 500-an lebih, ya,” ujar Ardiansyah Sulaiman usai menghadiri kegiatan tersebut di Gedung Serbaguna Sangatta, Kamis (08/10/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Kutim, sebanyak 512 PNS tercatat sebagai penerima penghargaan, terdiri atas 53 orang dengan masa pengabdian 30 tahun, 113 orang dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 346 orang dengan masa pengabdian 10 tahun.
Dari keseluruhan penerima, sebanyak 37 orang tidak dapat mengikuti penyematan secara langsung karena telah memasuki masa purnatugas, meninggal dunia, atau mengalami perubahan status kepegawaian.
Satyalancana Karya Satya merupakan tanda kehormatan yang diberikan negara kepada PNS yang memenuhi persyaratan masa pengabdian serta menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas secara terus-menerus.
Ardiansyah menilai penghargaan tersebut memiliki makna penting karena menjadi bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Dan ini adalah penghargaan yang sangat bergengsi bagi para ASN, pegawai negeri, karena presiden langsung memberikan penghargaan tersebut ya,” kata Ardiansyah.
Ia menekankan bahwa penghargaan dari negara harus menjadi dorongan bagi setiap penerima untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan. Integritas dan profesionalisme yang telah dibangun selama masa pengabdian diharapkan tetap terpelihara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Lebih jauh, keteladanan aparatur berpengalaman diharapkan dapat membantu membentuk budaya kerja yang lebih baik di lingkungan Pemkab Kutim. Pengalaman dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki pegawai senior menjadi bekal bagi aparatur lainnya dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik.
Dengan demikian, penghargaan tidak berhenti pada prosesi penyematan tanda kehormatan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak terhadap pembinaan pegawai dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui momentum penganugerahan Satyalancana Karya Satya, Pemkab Kutim berharap para penerima mampu menjadi panutan bagi aparatur lainnya dalam menjaga disiplin, meningkatkan kemampuan kerja, dan memperkuat semangat pengabdian. Keteladanan tersebut diharapkan mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara