Pemkab Kutim mempersiapkan Sekolah Rakyat berbasis asrama yang memadukan pendidikan formal dan pendampingan sosial untuk memperluas kesempatan belajar anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
ADVERTORIAL – Anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diharapkan memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih luas melalui program Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim tengah mempersiapkan penyelenggaraan sekolah berbasis asrama yang mengintegrasikan pendidikan formal, pembinaan karakter, dan pendampingan sosial sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Program yang berada dalam pengelolaan Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik peserta didik, tetapi juga memberikan dukungan pembinaan dan kesejahteraan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kutim, Trisno, mengatakan konsep Sekolah Rakyat memiliki pendekatan berbeda dibandingkan dengan sekolah umum karena penyelenggaraannya berkaitan erat dengan program kesejahteraan sosial.
Menurutnya, perbedaan tersebut terlihat dari sistem pengelolaan, pendekatan pembelajaran, serta peran Kemensos sebagai kementerian yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program.
“Dia ada kurikulum tersendiri dari Kementerian Sosial. Jadi semua kurikulum, pembelajaran, dan semuanya itu tidak di bawah Kementerian Pendidikan tapi di bawah Kementerian Sosial,” tegas Trisno kepada awak media di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Selasa (06/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat menggabungkan kegiatan pendidikan dengan pendampingan sosial dan pembinaan kehidupan berasrama. Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, keterampilan, dan karakter.
Program ini juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Di Kutim, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat diarahkan pada kawasan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Lokasi tersebut dipersiapkan sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang menjadi sasaran program.
Selain mempersiapkan kebutuhan fisik, Pemkab Kutim juga berupaya memahami mekanisme operasional Sekolah Rakyat agar dukungan pemerintah daerah dapat diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Trisno mengungkapkan, pada awal perencanaan, konsep Sekolah Rakyat sempat menimbulkan pertanyaan mengenai pembagian kewenangan pengelolaan pendidikan dan pelayanan sosial.
Namun, pemahaman mengenai program tersebut semakin jelas setelah jajaran Pemkab Kutim melakukan kunjungan dan memperoleh penjelasan langsung dari pengelola Sekolah Rakyat di Kota Samarinda.
“Ya, saya awalnya bingung tetapi begitu saya kemarin mendapat penjelasan di SR Samarinda baru saya paham. Ternyata ini konsep berbeda, ini bukan konsep pendidikan umum yang ada di bawah dokumen tetapi ini konsep berbeda di bawah Kementerian Sosial. Seluruhnya merujuk kepada Kementerian Sosial,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemkab Kutim memperoleh gambaran tentang penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang menempatkan kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan peserta didik sebagai bagian dari satu sistem pelayanan.
Dalam penyelenggaraannya, Kemensos bertanggung jawab terhadap pengelolaan utama program. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut berperan sesuai kewenangannya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, termasuk aspek kurikulum dan tenaga pendidik.
Pada tingkat daerah, Dinas Sosial (Dinsos) menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan dalam mendukung persiapan program, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan sosial dan penjangkauan calon peserta didik.
Koordinasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan program tersebut dapat menjangkau anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sekaligus memberikan dukungan pendidikan secara berkesinambungan.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Pemkab Kutim berharap keterbatasan ekonomi keluarga tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Kehadiran program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu di Kutim. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara