Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum sepenuhnya selesai dan tiga kepala keluarga masih bertahan di rumah kerabat.
HALMAHERA BARAT – Pemulihan rumah warga Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), pascabanjir yang terjadi pada 7 Januari 2026 belum sepenuhnya tuntas. Dari 126 rumah yang terendam, sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan parah dan hingga kini masih terdapat tiga kepala keluarga yang tinggal di rumah kerabat.
Data pemerintah desa mencatat selain 16 rumah rusak parah, terdapat 25 rumah yang mengalami kerusakan sedang. Sejumlah bantuan perbaikan rumah telah disalurkan, tetapi proses pembangunan sebagian rumah masih berlangsung.
Kepala Desa (Kades) Gamlamo Sofyan mengatakan bantuan perbaikan telah datang dari sejumlah pihak. Sebanyak lima rumah mendapat bantuan dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Irine Yusiana Roba Putri, dua rumah dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara (Malut), empat rumah sedang dalam proses pembangunan, dan dua rumah lainnya direncanakan mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halbar.
“Sementara proyeknya masih berjalan dan belum selesai, “kata Sofyan kepada Tribun Ternate, Minggu (27/9/2026).
Belum selesainya seluruh perbaikan membuat sebagian warga Desa Gamlamo masih harus tinggal di tempat pengungsian dengan menumpang di rumah saudara atau keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan pascabanjir di desa tersebut masih berlangsung.
“Sementara masih ada tiga Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di pengungsian, yaitu di rumah saudara atau keluarga, “ujar Sofyan.
Banjir yang terjadi pada 7 Januari 2026 pukul 23.00 WIT sebelumnya merendam sedikitnya 126 rumah warga Gamlamo. Kerusakan paling berat tercatat pada 16 rumah, sehingga kebutuhan perbaikan menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi warga terdampak.
Sofyan meminta Pemkab Halbar memberikan perhatian lebih terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Ia berharap kebutuhan perbaikan rumah dapat masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Saya harap APBD 2026 dan 2027 dapat dianggarkan untuk warga yang rumahnya rusak akibat banjir.”
Harapan tersebut diarahkan agar warga yang rumahnya terdampak banjir dapat memperoleh dukungan untuk menyelesaikan perbaikan tempat tinggal. Sofyan juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah bagi warga yang masih terdampak.
“Pemerintah harus hadir dan membantu warga terdampak, ittu harapan saya, “tandas Sofyan.
Dengan sebagian pembangunan rumah masih berjalan dan tiga kepala keluarga belum kembali ke rumah masing-masing, pemulihan warga Desa Gamlamo masih membutuhkan tindak lanjut. Penganggaran perbaikan rumah menjadi salah satu usulan yang diharapkan dapat mendukung penyelesaian pemulihan warga terdampak banjir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara