Desa Citemu menghadirkan fasilitas pembakaran sampah terkendali sebagai upaya mengurangi sampah residu sekaligus mendorong masyarakat lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan.
CIREBON – Desa Citemu, Kabupaten Cirebon, memperkuat upaya pengelolaan sampah di tingkat desa melalui fasilitas incinerator yang diresmikan pada Rabu (19/8/2026). Fasilitas tersebut diharapkan membantu mengurangi sampah residu sekaligus mencegah pembakaran sampah secara terbuka yang berisiko terhadap lingkungan.
Kehadiran fasilitas itu berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah yang masih dihadapi masyarakat Desa Citemu. Sampah ditemukan berserakan di sejumlah titik, sementara tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal juga muncul di lingkungan desa.
Kondisi tersebut mendorong pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan pada penyediaan sarana, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Fasilitas incinerator menjadi salah satu upaya yang disiapkan untuk membantu menangani sampah residu di desa.
Fasilitas tersebut dibangun melalui kolaborasi Daarut Tauhiid (DT) Peduli Cirebon, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Desa Citemu melalui Program Merdeka Kelola Sampah.
Peresmian dihadiri Kuwu dan perangkat Desa Citemu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Kantor DT Peduli Cirebon, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah desa.
Ketua KKN Kelompok 118 Desa Citemu, Angga, menjelaskan fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi sampah residu sekaligus membuat proses pembakaran lebih terkontrol sehingga risiko pembakaran sampah secara terbuka dapat diminimalkan.
Dukungan terhadap pembangunan fasilitas juga datang dari para donatur DT Peduli Cirebon. Salah seorang anggota KKN, Satrio, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sehingga fasilitas incinerator dapat direalisasikan untuk digunakan di Desa Citemu.
Kuwu Desa Citemu, Herintiano, mengapresiasi dukungan DT Peduli dan mahasiswa KKN terhadap upaya penanganan persoalan lingkungan di desanya. Sebagaimana diberitakan Kumparan, Jumat, (25/09/2026), ia menyatakan fasilitas tersebut akan dimanfaatkan dan dikembangkan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada DT Peduli dan teman-teman KKN UIN yang sudah peduli membangunkan fasilitas Incinerator. In syaa Allah kami manfaatkan, dan akan terus kami kembangkan,” ucapnya.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti setelah peresmian. Keberlanjutan pemanfaatan fasilitas dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting agar pengelolaan sampah di Desa Citemu dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Kantor DT Peduli Cirebon Luqmanul Hakim menekankan pentingnya pengawasan dan edukasi agar keberadaan fasilitas tersebut diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi. Mudah-mudahan program ini tidak hanya sebatas seremonial simbolis semata, tetapi menjadi sarana teman-teman untuk terus monitoring dan controlling supaya bisa terus berkelanjutan, termasuk terus mengedukasi masyarakat agar tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan,” tutur Luqmanul Hakim selaku Kepala Kantor DT Peduli Cirebon.
Selain membantu menangani sampah residu, fasilitas tersebut diharapkan mendukung upaya Desa Citemu mengurangi timbulan sampah dan menekan praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali. Namun, keberadaan sarana tersebut tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa KKN, dan DT Peduli, pengelolaan sampah di Desa Citemu diharapkan berkembang dari penyediaan fasilitas menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan desa. [] Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara