Kekeringan Meluas ke 89 Desa Lamongan, 178 Tangki Dikerahkan

Sebanyak 89 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Lamongan terdampak kekurangan air akibat kemarau panjang, dengan Desa Walangkopo menjadi salah satu wilayah yang disebut mengalami kondisi paling parah.

LAMONGAN – Kekeringan mulai semakin menekan kehidupan masyarakat desa di Kabupaten Lamongan (Lamongan), Jawa Timur. Sebanyak 89 desa di 19 kecamatan kini mengalami kekurangan air, dengan 44 desa masuk kategori kritis air dan 45 desa lainnya berada dalam kategori langka air.

Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak. Hingga minggu keempat September 2026, lebih dari 1 juta liter air telah disalurkan secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan warga desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Sami’an, mengatakan penyaluran yang dilakukan BPBD Lamongan sendiri telah mencapai 712.000 liter. Pasokan tersebut menjangkau masyarakat terdampak di 12 kecamatan.

“Dari BPBD Kabupaten Lamongan sendiri, total penyaluran air bersih yang sudah kita distribusikan mencapai 712.000 liter air. Pasokan ini menjangkau warga terdampak di 12 kecamatan,” kata Sami’an kepada Tribun Jatim Network, Kamis (24/9/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Jatim, Kamis, (24/09/2026).

Selain pasokan dari BPBD Lamongan, masyarakat desa terdampak juga memperoleh tambahan distribusi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim). Bantuan dari BPBD Jatim sebelumnya mencapai sekitar 400.000 hingga 450.000 liter dan telah disalurkan ke 10 kecamatan.

Jika digabungkan, pasokan air dari BPBD Lamongan dan BPBD Jatim mencapai sekitar 1,112 juta hingga 1,162 juta liter. Distribusi tersebut dilakukan menggunakan 178 tangki air yang dikirim secara berkala ke berbagai wilayah yang mengalami kekurangan air.

Dalam sehari, pengiriman air rata-rata dilakukan sebanyak dua kali. Pola distribusi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat desa yang menghadapi dampak kemarau berkepanjangan.

Tingkat kekeringan tidak merata di seluruh wilayah. Desa Walangkopo, Kecamatan Sarirejo, disebut menjadi salah satu desa dengan kondisi paling parah dibandingkan wilayah terdampak lainnya.

“Kekeringan terparah ada di Walangkopo Kecamatan Sarirejo,” kata Sami’an.

Dampak kemarau juga mulai menjangkau desa yang sebelumnya tidak pernah mengalami kekurangan air bersih. Desa Telogoretno, Kecamatan Brondong, menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan kondisi tersebut.

Perluasan wilayah terdampak menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Lamongan tidak hanya terjadi pada desa-desa yang sebelumnya telah mengalami kekurangan air. Desa yang sebelumnya relatif aman juga mulai membutuhkan dukungan pasokan akibat kemarau yang belum berakhir.

BPBD Lamongan memastikan distribusi air bersih akan tetap dilakukan secara berkala. Armada tangki akan terus bergerak menyuplai kebutuhan masyarakat di desa-desa yang terdampak hingga kondisi krisis air dapat teratasi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Aktivitas Pertanian Desa Bener Terganggu, Warga Dapat Bantuan Sembako

PDF 📄Dampak kekeringan di Desa Bener, Klaten, tidak hanya menghambat aktivitas pertanian, tetapi juga mengganggu …

Warga Desa Lalatedzong Diperkuat Hadapi Risiko TPPO

PDF 📄Desa Lalatedzong di Majene memperkuat peran pemerintah dan masyarakat desa dalam mencegah TPPO serta …

Enam Desa di Tuban Perkuat Gizi Keluarga dari Pekarangan

PDF 📄Enam desa di Tuban didorong mempertahankan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi setelah pendampingan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *