Petani Desa Sigedang, Wonosobo, menghadapi tekanan berlapis berupa harga sayuran yang anjlok, lahan yang mengering, keterbatasan kepemilikan lahan, serta ketidakpastian pasar di tengah kemarau panjang.
WONOSOBO – Petani Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menghadapi tekanan berlapis akibat harga sayuran yang anjlok dan kondisi lahan yang mengering sehingga menghambat kegiatan tanam.
Persoalan tersebut menjadi perhatian kelompok tani di desa itu saat memperingati Hari Tani Nasional 2026, Kamis (24/9/2026). Para petani menilai kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan kegiatan produksi pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap keberlanjutan usaha tani di desa.
Ketua Kelompok Tani Desa Sigedang Sucipto Mangkudiharjo mengatakan petani kini menghadapi situasi berat karena musim kemarau panjang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun.
“Sekarang harga sayuran anjlok dan cuaca panas, lahan sudah kering dan tidak bisa ditanami, bahkan prediksi kemarau akan panjang hingga akhir tahun,” ungkap Sucipto, sebagaimana diberitakan Suara Baru, Jumat, (25/09/2026).
Menurut Sucipto, kondisi tersebut membutuhkan langkah penanganan agar persoalan yang dihadapi petani tidak semakin meluas. Ia memperingatkan dampaknya dapat berkaitan dengan keberlangsungan usaha tani sekaligus ketahanan pangan.
“Kalau seperti ini terus ya bisa bangkrut semua, ketahanan pangan juga terancam,” tegasnya.
Selain persoalan cuaca dan harga, petani Desa Sigedang juga masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar dalam kegiatan pertanian. Sucipto menyebut keterbatasan kepemilikan lahan, teknik budidaya yang belum maju, serta ketidakpastian pasar sebagai masalah yang terus dihadapi petani.
“Tiga hal : lahan sempit, budidaya pertanian yang belum maju, serta tekanan harga yang tidak jelas. Ini seperti problem harian petani,” ujarnya.
Kondisi pertanian tersebut diperberat oleh ancaman degradasi lingkungan di kawasan dataran tinggi. Kekeringan membuat lahan pertanian tidak dapat ditanami, sementara harga sayuran yang rendah menambah tekanan terhadap hasil produksi petani.
Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Desa Sigedang turut dihadiri kelompok tani dari tiga desa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kejajar, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) 7 Jawa Tengah, serta pemerintah desa setempat.
Bagi petani Desa Sigedang, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Mereka berharap persoalan lahan, budidaya, harga hasil pertanian, dan kondisi lingkungan dapat menjadi perhatian serius agar keberlanjutan pertanian masyarakat desa tetap terjaga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara