Dua Desa Wisata Bantul Tembus Juara Lomba Kampung Wisata DIY

Tumbuh dari pengelolaan potensi lokal dan keterlibatan masyarakat, Desa Wisata Kajii serta Desa Wisata Bumi Mataram Pleret di Bantul meraih penghargaan dalam Lomba Kampung Wisata 2026 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BANTUL – Pengelolaan potensi lokal menjadi kekuatan dua desa wisata di Kabupaten Bantul yang berhasil meraih penghargaan dalam Lomba Kampung Wisata 2026 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Desa Wisata Kajii di Kalurahan Gilangharjo meraih Juara II, sedangkan Desa Wisata Bumi Mataram Pleret di Kalurahan Pleret memperoleh Juara Harapan I.

Penghargaan tersebut menunjukkan pengembangan wisata di tingkat desa tidak hanya bertumpu pada keberadaan objek wisata, tetapi juga kemampuan masyarakat mengelola potensi yang dimiliki wilayahnya.

Desa Wisata Kajii selama ini mengembangkan potensi budidaya ikan hias sekaligus menawarkan paket wisata Sobo Sawah dan Sobo Situs. Sementara itu, Desa Wisata Bumi Mataram Pleret mengandalkan kekayaan budaya dan sejarah, termasuk jejak Mataram Islam.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja masyarakat yang aktif mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. “Ini merupakan hasil dari usaha rekan-rekan yang aktif dalam Community Based Tourism dan semoga dapat menginspirasi desa-desa wisata lain di Kabupaten Bantul,” kata Halim, sebagaimana diberitakan Jpnn, Kamis, (24/09/2026).

Menurutnya, potensi yang terdapat di desa sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelolanya. Karena itu, capaian dua desa wisata tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas pengelola wisata di wilayah pedesaan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai lomba kampung wisata juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi. “Lomba ini merupakan instrumen pembelajaran, evaluasi, sekaligus peningkatan mutu pengelolaan destinasi,” kata Sultan.

Selain menjadi ajang penghargaan, kompetisi tersebut diharapkan berkembang menjadi ekosistem pembelajaran antardaerah. Dengan demikian, pengalaman pengelolaan potensi wisata dari desa yang telah berkembang dapat menjadi referensi bagi desa wisata lainnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Aktivitas Pertanian Desa Bener Terganggu, Warga Dapat Bantuan Sembako

PDF đź“„Dampak kekeringan di Desa Bener, Klaten, tidak hanya menghambat aktivitas pertanian, tetapi juga mengganggu …

Warga Desa Lalatedzong Diperkuat Hadapi Risiko TPPO

PDF đź“„Desa Lalatedzong di Majene memperkuat peran pemerintah dan masyarakat desa dalam mencegah TPPO serta …

Enam Desa di Tuban Perkuat Gizi Keluarga dari Pekarangan

PDF đź“„Enam desa di Tuban didorong mempertahankan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi setelah pendampingan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *