Tak Perlu ke Puskesmas, Tim Medis Jember Datangi Rumah Lansia

JEMBER – Keterbatasan mobilitas menjadi alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga. Melalui layanan homecare, tim medis mengunjungi tiga lansia di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026), untuk memberikan pemeriksaan sekaligus memenuhi kebutuhan pendukung mobilitas.

Layanan jemput bola tersebut ditujukan bagi warga yang mengalami kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri. Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memantau kondisi kesehatan serta mengidentifikasi kebutuhan pasien selama berada di rumah.

Bupati Jember Muhammad Fawait turut mendampingi kunjungan kepada tiga lansia yang memiliki kondisi berbeda. Kehadiran layanan di rumah dinilai membantu mengurangi hambatan fisik yang dapat membuat warga lanjut usia kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan.

Salah satu penerima layanan ialah Mbah Jatima, 73 tahun, yang mengalami keluhan asam lambung. Kondisi tubuhnya yang membungkuk membuatnya membutuhkan tongkat sebagai alat bantu berjalan.

Lansia lainnya, Eddi, 66 tahun, mengalami keluhan linu pada persendian serta iritasi dan rasa gatal pada bagian kaki.

Adapun Jumarya, 67 tahun, membutuhkan pemantauan rutin karena memiliki riwayat hipertensi. Ia juga mengalami kelumpuhan pada bagian kanan tubuh akibat stroke ringan dan membutuhkan tongkat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Fawait menegaskan pelayanan kesehatan perlu mendekati warga yang menghadapi kendala untuk mendatangi fasilitas kesehatan. “Tak perlu ke puskesmas, biar kami yang ke sini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anda semua,” ujar Fawait, sebagaimana diberitakan Surya, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Utama PT Pegadaian A. M. Putranto dan jajaran Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Putranto menilai kunjungan tenaga kesehatan secara langsung dapat membuat pelayanan medis lebih mudah dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

“Program ini sangat baik karena menyentuh langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Putranto, kepemilikan jaminan kesehatan belum otomatis menghilangkan persoalan akses. Sebagian warga tetap menghadapi keterbatasan untuk mendatangi rumah sakit maupun fasilitas kesehatan secara mandiri.

“Karena tidak semua pasien memiliki kemampuan atau fasilitas untuk mendatangi rumah sakit secara mandiri,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Putranto menyatakan pihaknya bersama PSMTI siap berkolaborasi mendukung layanan sesuai kapasitas yang dimiliki. Keterlibatan tenaga medis hingga tingkat kecamatan dinilai dapat menjadi salah satu upaya menjangkau warga yang menghadapi hambatan mobilitas.

Pola pelayanan dari rumah ini menempatkan kondisi dan kebutuhan pasien sebagai pertimbangan utama. Bagi lansia yang kesulitan bergerak, pemeriksaan langsung di lingkungan tempat tinggal dapat membantu menjaga kesinambungan pemantauan kesehatan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan alat bantu mobilitas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bantuan Pangan Hadir Saat Pendapatan Warga Desa Bajo Menurun

PDF 📄GORONTALO – Bantuan beras dari Perusahaan Umum (Perum) Bulog menjadi penyangga kebutuhan pangan warga …

Mahasiswa Fakultas Hukum Untad Siap Kenalkan Posbankum

PDF 📄PALU – Kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Fakultas …

Pemkab Sleman Kejar Jalan Aman Dulu, Perbaikan Kalurahan Dimulai

PDF 📄SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai merealisasikan perbaikan jalan kalurahan dengan anggaran Rp8,6 miliar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *