Bawang Dayak Sungai Bawang Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KUTAI KARTANEGARA – Bawang Dayak yang sebelumnya berisiko terbuang akibat cepat membusuk mulai diolah menjadi produk bernilai ekonomi oleh masyarakat Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pengolahan tersebut diarahkan untuk mengurangi food loss sekaligus membuka peluang usaha baru bagi kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna yang digelar tim akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Dirgahayu Samarinda bersama 15 anggota PKK Desa Sungai Bawang pada Selasa (11/8/2026).

Program yang didukung hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu berfokus pada hilirisasi riset agar Bawang Dayak tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah.

Persoalan yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah melimpahnya Bawang Dayak di wilayah setempat yang belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Kondisi itu berpotensi menyebabkan sebagian hasil panen mengalami pembusukan sehingga nilai ekonominya hilang.

Ketua pengusul program, Muh. Taufiqurrahman dari Program Studi Farmasi, memimpin pengelolaan program bersama mitra PKK. Pendampingan mencakup penanganan pascapanen dan proses pengeringan bahan baku secara higienis untuk menjaga mutu sebelum masuk ke tahap produksi.

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Jumat (14/08/2026), masyarakat mendapatkan pelatihan untuk menghasilkan dua produk utama, yakni minuman instan fungsional dan kosmetika perawatan kulit kepala berbahan Bawang Dayak.

Minuman instan tersebut dibuat dalam bentuk granul dengan penerapan teknologi taste masking untuk mengurangi rasa pahit alami Bawang Dayak. Sementara itu, produk kosmetika berupa sampo herbal dibuat menggunakan metode infusa.

Pengembangan produk juga diarahkan menggunakan konsep zero waste. Untuk mendukung produksi berskala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tim STIKES Dirgahayu menyediakan teknologi tepat guna berupa oven pengering simplisia dan mesin grinder penepung.

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah bidang keahlian. Maria Elvina Tresia Butar-Butar dari bidang Farmasi menangani formulasi produk, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, serta perhitungan harga pokok produksi (HPP). Sementara itu, Remita Ully Hutagalung dari bidang Keperawatan memberikan pendampingan terkait higiene dan sanitasi produksi serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Mahasiswa juga dilibatkan dalam proses pendampingan, terutama untuk promosi, desain kemasan, digital branding, dan pengoperasian mesin produksi. Keterlibatan tersebut diharapkan membantu masyarakat tidak hanya menguasai proses pembuatan produk, tetapi juga memahami aspek pemasaran dan pengembangan usaha.

Pengolahan Bawang Dayak menjadi produk kesehatan dan kecantikan menjadi bagian dari pengembangan konsep Integrated Wellness di Desa Budaya Sungai Bawang. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi ekonomi desa sekaligus mendukung pengembangan desa sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan produk lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pesta Panen Bawa Rezeki bagi UMKM Desa Purwosari

PDF 📄Pasar Gili di Desa Purwosari menjadi ruang rutin bagi puluhan pelaku UMKM warga untuk …

Koperasi Desa Jadi Penggerak Usaha Nelayan Sinjai

PDF 📄Integrasi koperasi dengan kampung nelayan di Tongke-Tongke diarahkan untuk memperluas akses permodalan, menyerap hasil …

Pembangunan KDKMP Laugumba Capai 49,49 Persen

PDF 📄Pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Laugumba, Kabupaten Karo, telah mencapai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *