GRESIK – Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), memperkuat perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman 10 ribu bibit mangrove di Dusun Ujung Timur atau Brang Wetan, Selasa, 11 Agustus 2026. Program tersebut diarahkan bukan hanya untuk menekan abrasi, tetapi juga menjaga ruang hidup masyarakat dan membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis warga.
Kegiatan penanaman dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama PT Smelting. Penanaman tersebut menjadi bagian dari inisiatif bertema “Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.
Kepala Desa (Kades) Randuboto Andhi Sulandra mengatakan desanya telah menjaga kawasan mangrove seluas 200 hektare sejak 2013. Menurut dia, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen masyarakat untuk mempertahankan ekosistem pesisir.
“Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013, ” ujarnya.
Andhi menilai keberadaan hutan mangrove berperan sebagai benteng alami untuk mengurangi ancaman abrasi sekaligus menjaga produktivitas nelayan di kawasan pesisir. Karena itu, penanaman tambahan dan pemeliharaan kawasan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Komitmen menjaga ekosistem pesisir ini bukan hal baru bagi warga kami. Seluruh elemen masyarakat telah bergerak bersama untuk memastikan agar mangrove tetap tumbuh lestari,” singkatnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan penanaman 10 ribu bibit tersebut harus dilihat sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir dan memberikan manfaat kepada generasi berikutnya.
“Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menanam 10.000 bibit [mangrove]. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir [Gresik], menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang kedepannya,” ujar Gus Yani.
Yani berharap Pemerintah Desa (Pemdes) Randuboto, masyarakat, dan kelompok pengawas lokal menjaga bibit yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Saya berharap Pemerintah Desa Randuboto bersama masyarakat dan kelompok pengawas dapat terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan. Sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucap Bupati Yani.
Pengembangan kawasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung potensi ekonomi masyarakat pesisir. Pemkab Gresik menargetkan kawasan mangrove dapat berkembang sebagai pusat edukasi dan ekowisata berbasis masyarakat.
“Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat terutama menurunkan kemiskinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir,” harapnya.
Presiden Direktur (Presdir) PT Smelting Darma Djojonegoro menyebut kegiatan penanaman mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang dalam momentum ulang tahun ke-30 perusahaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
“Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan dan masyarakat sesuai tagline “Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang”. Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan Surya, Selasa, (11/08/2026), penanaman 10 ribu bibit tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga pesisir sekaligus mendorong manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Randuboto.
Dengan adanya tambahan bibit dan komitmen pemeliharaan dari warga, kawasan mangrove Randuboto diharapkan semakin kuat menjalankan fungsi perlindungan pesisir. Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat juga diharapkan memberi nilai tambah bagi perekonomian warga tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara