PUNCAK – Situasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berangsur kondusif setelah ratusan warga membakar tujuh kantor pemerintah pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan warga terhadap pemotongan Dana Desa tahap I 2026.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Puncak Domingos Ximenes mengatakan aparat bersama sejumlah tokoh masyarakat telah turun ke lokasi untuk meminta massa membubarkan diri.
“Tadi ada pembakaran sejumlah kantor pemerintah. Kota bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu,” kata Kapolres Puncak, ketika dikonfirmasi pada Selasa malam, sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa, (11/08/2026).
Menurut Domingos, massa kemudian membubarkan diri sehingga kondisi keamanan di Puncak mulai terkendali. Upaya meredakan situasi dilakukan setelah aksi pembakaran menyasar sejumlah fasilitas pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
“Tadi kami bersama beberapa tokoh masyarakat sudah turun ke lokasi memberikan himbauan kepada masaa untuk membubarkan diri. Saat ini situasi berangsur kondusif,” ujarnya.
Tujuh kantor yang dibakar terdiri atas Kantor Bupati Puncak, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Puncak, Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Aksi tersebut diduga berkaitan dengan kekecewaan warga terhadap pemotongan Dana Desa tahap I 2026. Persoalan Dana Desa menjadi konteks utama yang melatarbelakangi aksi massa, sementara kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Hingga Selasa malam, aparat menyatakan kondisi di Puncak terus membaik setelah massa meninggalkan lokasi. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman sekaligus menindaklanjuti persoalan yang memicu keresahan masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara