KAMPAR – Revitalisasi Danau Bakuok di Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, kini memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai penyangga banjir sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian masyarakat. Setelah ditata sejak 2022, luas genangan danau meningkat dari sekitar 7 hektare menjadi 21 hektare sehingga mampu menampung lebih banyak limpasan air dari Sungai Kampar ketika debit meningkat pada musim hujan.
Revitalisasi dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 3 bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pekerjaan mencakup pengerukan danau, pembersihan gulma, pembangunan turap beton untuk memperkuat tebing, serta penataan kawasan melalui jalur pedestrian, waterfront, ruang terbuka, dan lanskap hijau.
“Luas genangan meningkat dari sekitar 7 hektare menjadi sekitar 21 hektare,” ucap Menteri PU Dody Hanggodo, Minggu (10/8).
Dengan bertambahnya kapasitas tampung, Danau Bakuok diharapkan dapat mengurangi potensi banjir di kawasan sekitar ketika limpasan Sungai Kampar meningkat pada musim hujan. Fungsi tersebut membuat revitalisasi danau tidak hanya berkaitan dengan penataan kawasan wisata, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya air.
Sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Senin, (10/08/2026), Dody mengatakan pembangunan infrastruktur pemerintah diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap pengembangan kawasan pariwisata.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata,” ujar Dody.
Danau Bakuok yang berjarak sekitar 45 menit dari Kota Pekanbaru kini mulai menjadi tujuan warga pada akhir pekan. Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, dan menikmati panorama matahari terbenam.
Perubahan fungsi kawasan itu juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah berharap meningkatnya kunjungan dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, kuliner, dan kegiatan perdagangan di sekitar danau.
Revitalisasi tersebut sekaligus mengubah kawasan yang sebelumnya merupakan aliran sungai mati dari Sungai Kampar menjadi ruang yang memiliki fungsi lebih beragam. Selain menjadi tempat rekreasi, danau kini memiliki kapasitas tampung yang lebih besar untuk membantu mengendalikan limpasan air.
Pengembangan Danau Bakuok menjadi bagian dari visi PU608 Kementerian PU dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara