SIKAT Dorong Kesadaran Warga Klaling Jaga Lingkungan dan Kesehatan

KUDUS – Pengelolaan sampah dan kesehatan keluarga menjadi perhatian dalam Gerakan Resik dan Sehat (SIKAT) di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut mendorong warga tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membiasakan pemilahan sampah serta memantau kesehatan keluarga.

Kegiatan yang digelar Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan Pemerintah Desa (Pemdes) Klaling itu diisi dengan jalan sehat sambil memungut sampah, senam, pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian SIKAT yang sepanjang 2026 dilaksanakan di empat desa di Kudus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Abdul Hakam menilai kegiatan di tingkat desa penting untuk membangun kembali kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan. Ia menyebut persoalan sampah masih menjadi salah satu perhatian di Kudus sehingga kesadaran untuk memungut dan memilah sampah perlu terus ditumbuhkan.

“Prinsipnya kita menginginkan kegiatan ini mengangkat isu gotong royong di tengah masyarakat supaya ikut bersih-bersih di lingkungan. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik,” kata Abdul Hakam, sebagaimana diberitakan Krjogja, Senin (10/8/2026).

Menurut Abdul Hakam, kebersihan lingkungan memiliki kaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang lebih baik diharapkan dapat membantu menekan risiko penyakit sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Dengan adanya kegiatan ini, warga memungut sampah di jalan, kemudian ada apresiasi. Ini diharapkan meningkatkan keinginan masyarakat untuk memilah-milah sampah,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga menempuh jalan sehat sekitar dua kilometer sembari mengumpulkan sampah. Mereka juga memperoleh layanan Posyandu dan pemeriksaan deteksi dini terhadap kondisi tumbuh kembang anak, termasuk anak yang mengalami stunting maupun yang tidak.

“Di sini ada kegiatan jalan sehat sekitar dua kilometer, kemudian kegiatan Posyandu dan deteksi dini. Ada pemeriksaan anak-anak, baik yang mengalami stunting maupun tidak, sehingga bisa dilakukan deteksi sejak awal,” terangnya.

Selain aspek kesehatan, keterlibatan anak-anak menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Salah seorang peserta, Zidane Rifqy Alwan, mengikuti aksi kebersihan bersama adiknya dan mengaku senang dapat terlibat langsung.

“Sampah yang dikumpulkan plastik, daun, ranting dan pohon. Dapat sekitar satu kiloan,” kata Zidane.

Sebelumnya, SIKAT telah dilaksanakan di Desa Wonosoco pada 19 Juli, Desa Gribig pada 26 Juli, dan Desa Mejobo pada 2 Agustus 2026. Program tersebut juga melibatkan kegiatan seperti lomba 3R (Rapi, Resik, Ringkas) antarrukun tetangga, jalan sehat, senam, serta perlombaan anak-anak.

Manajer Senior Bakti Sosial Djarum Foundation David Setiadi mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“SIKAT yang kita adakan di desa-desa di Kabupaten Kudus tahun ini merupakan lanjutan dari SIKAT yang pernah dilakukan tahun sebelumnya,” kata David.

Ia mengatakan pelaksanaan SIKAT pada 2026 menyasar empat desa setelah pada 2025 program serupa telah menjangkau lima desa lainnya di Kudus. Menurutnya, keterlibatan warga diperlukan agar kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan dapat berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kegiatan-kegiatan tersebut kita buat relevan, kompetitif dan menarik agar seluruh warga bisa terlibat,” ujarnya.

Selain SIKAT, Bakti Sosial Djarum Foundation juga menjalankan program “Belanja Pinter Gizine Bener” bagi karyawan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah tempat produksi SKT di wilayah Kudus dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Keluarga Sehat (FKS) 2026.

FKS dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Masyarakat nantinya dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan serta berkonsultasi dengan dokter, dokter spesialis, dan psikolog.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pembiasaan memilah sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemantauan kesehatan sejak dini diharapkan terus dilakukan masyarakat, termasuk melibatkan anak-anak agar kesadaran tersebut tumbuh sejak usia dini. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Target 10 Ton Padi per Hektare, Bekasi Modernisasi Pertanian Desa

PDF đź“„BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menargetkan penerapan sistem pertanian modern mampu menggandakan …

PTFI dan Warga Desa Banyuwangi Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

PDF đź“„GRESIK – Gotong royong di Desa Banyuwangi, Kabupaten Gresik (Gresik), Jawa Timur, diarahkan tidak …

Serangan Israel Ganggu Pemulihan Desa di Lebanon Selatan

PDF đź“„BEIRUT – Serangan militer Israel di Lebanon selatan kembali berdampak pada kawasan permukiman dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *