AMM Temukan Dampak Ekonomi MBG dari Tenaga Kerja hingga Pangan Lokal

JAKARTA – Riset Ungkap Program MBG Berpotensi Gerakkan Ekonomi Desa Lewat Rantai Pasok Lokal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peluang besar untuk menggerakkan perekonomian desa melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan bahan pangan dari wilayah sekitar. Temuan tersebut berdasarkan riset lapangan Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) yang mengkaji pelaksanaan program MBG di tingkat desa.

Hasil penelitian AMM menunjukkan pelaksanaan MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memberikan dampak terhadap keterlibatan masyarakat lokal. Riset tersebut dilakukan melalui metode live-in dan penelitian partisipatif pada 10–12 Juni 2026.

Temuan riset dipaparkan dalam kegiatan diseminasi hasil penelitian di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta, Senin (3/8/2026). AMM yang beranggotakan 11 organisasi kemahasiswaan dari sejumlah perguruan tinggi menyebut penelitian dilakukan untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan MBG berdasarkan kondisi di lapangan.

Perwakilan AMM Caesar Khalifah mengatakan riset tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pendekatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatan, SPPG Desa Mekarbaru melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, balita, dan ibu hamil. Dalam operasionalnya, dapur MBG tersebut melibatkan sekitar 50 tenaga kerja, dengan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari warga sekitar yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain membuka lapangan kerja, program tersebut juga mendorong pemanfaatan pasokan pangan dari lingkungan sekitar. AMM mencatat kebutuhan beras dipenuhi dari penggilingan padi yang berada sekitar 200 meter dari dapur SPPG. Sementara kebutuhan bahan pangan seperti ayam dan ikan meningkat dari sekitar 70 kilogram menjadi lebih dari 100 kilogram per hari sejak program berjalan.

“Program ini memiliki potensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola sesuai ketentuan dan melibatkan rantai pasok lokal,” kata Caesar sebagaimana diberitakan SindoNews, Senin (03/08/2026).

Meski memberikan peluang ekonomi, AMM menemukan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan MBG. Salah satunya adalah belum optimalnya keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih dalam pengelolaan rantai pasok bahan baku.

Selain itu, kebutuhan komoditas hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan masih banyak didatangkan dari pasar induk di luar wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok pangan lokal masih perlu diperkuat agar manfaat ekonomi program dapat lebih dirasakan masyarakat desa.

Atas temuan tersebut, AMM merekomendasikan penguatan peran BUMDes dan koperasi dalam penyediaan bahan baku, peningkatan pembinaan terhadap petani, peternak, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, serta peningkatan transparansi data pelaksanaan program.

AMM juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kesehatan melakukan pengukuran status gizi penerima manfaat secara berkala untuk mengetahui efektivitas MBG dalam mendukung penurunan angka tengkes (stunting) dan anemia.

Caesar menyampaikan AMM akan melanjutkan kegiatan riset dan pemantauan lapangan terhadap pelaksanaan MBG sebagai bentuk kontribusi akademik dalam memperbaiki serta memperkuat program tersebut.

Dengan penguatan peran desa dalam rantai pasok pangan, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi baru melalui keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF đź“„KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF đź“„KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Potensi Desa Digarap Serius, Lahan BUMDes Limau Manis Hasilkan Panen Jagung

PDF đź“„INDRAGIRI HILIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mianggul Gemilang Desa Limau Manis, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *