BIMA – Tiga desa di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ruang digital melalui program peningkatan literasi dan berpikir kritis. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan remaja desa untuk membangun kemampuan memilah informasi serta mencegah penyebaran paham ekstremisme di lingkungan masyarakat.
Program bertajuk Strengthen Rehabilitation-Reintegration Program & Improve Social Cohesion Against Violent Extremism (STRIVE) itu digelar melalui dialog edukatif bersama pemuda Desa Rato, Desa Tumpu, dan Desa Kananga pada Minggu (02/08/2026). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari pelatihan literasi digital dan berpikir kritis yang sebelumnya berlangsung pada 3–5 Juli 2026.
Dialog tersebut diarahkan untuk memperkuat rencana aksi yang telah disusun peserta sekaligus membangun kerja sama antar pemuda desa dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, damai, dan tanggap terhadap ancaman informasi palsu di era digital.
Dalam pelaksanaannya, Konsorsium NP melalui program STRIVE menjalankan dua fokus utama, yakni rehabilitasi dan reintegrasi di Jakarta serta Bima, serta penguatan kemampuan literasi digital dan berpikir kritis bagi masyarakat di Kabupaten Bima.
Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB) bersama Lembaga Mitra Pembangunan Daerah (Lembidara) sebagai mitra program di NTB turut memfasilitasi kegiatan tersebut. Materi yang diberikan mencakup toleransi dalam keberagaman, pencegahan perundungan (bullying), serta upaya menghadapi misinformasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
Koordinator Program STRIVE Ruli Ardiansyah menjelaskan, pelatihan sebelumnya telah membekali remaja dengan kemampuan menggunakan internet secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
“Kegiatan lanjutan ini menjadi bagian dari pendampingan agar rencana aksi yang telah disusun peserta dapat benar-benar diwujudkan. Selain itu, kami ingin menjaga semangat kebersamaan para remaja untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif di desa,” ujarnya sebagaimana diberitakan BeritaNTB, Senin (03/08/2026).
Sebanyak 35 remaja berusia 15 hingga 25 tahun dari Desa Rato, Desa Tumpu, dan Desa Kananga menjadi peserta utama dalam kegiatan tersebut. Mereka didorong untuk membangun jejaring kepemudaan, memperkuat solidaritas, serta menghasilkan berbagai inisiatif positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui dialog ini, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat desa dengan memanfaatkan teknologi secara produktif. Selain itu, kegiatan tersebut juga ditargetkan memperkuat dukungan pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi penyebaran informasi menyesatkan.
Program STRIVE menjadi salah satu langkah kolaboratif untuk meningkatkan ketahanan sosial masyarakat desa melalui pendidikan digital, penguatan karakter generasi muda, serta penyebaran nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara