LOMBOK BARAT – Penerapan teknologi komposter di kawasan Wisata Bawak Goak, Desa Sesaot, menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Mataram melalui penerapan teknologi komposter sederhana yang memanfaatkan daun, sisa makanan, dan limbah organik lainnya menjadi pupuk organik untuk penghijauan kawasan wisata.
Kegiatan ini menyasar pengelola wisata dan masyarakat sekitar agar mampu mengurangi timbunan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas wisata sekaligus menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan kompos.
Ketua Tim Pengabdian I Made Suartika mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan berpotensi menambah volume sampah organik sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan.
“Program ini diharapkan menjadi solusi dalam mendukung kebersihan kawasan wisata sekaligus mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir,” katanya, sebagaimana diberitakan Suara Ntb, Sabtu (25/07/2026).
Selain sosialisasi, tim juga memberikan pelatihan penggunaan komposter, pendampingan proses pengomposan, serta evaluasi pemanfaatan kompos oleh kelompok pengelola wisata. Peserta dinilai antusias karena teknologi tersebut mudah diterapkan menggunakan bahan dan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi.
Penerapan teknologi ini diharapkan menjadikan Wisata Bawak Goak sebagai contoh destinasi berbasis lingkungan yang menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11, Tujuan 12, Tujuan 13, dan Tujuan 17 melalui kolaborasi antara Universitas Mataram, pengelola wisata, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara