KKN UMAHA Tutup Pengabdian dengan Aksi Jaga Kebersihan Aliran Air

SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Kelompok 1 meninggalkan fasilitas sederhana untuk membantu warga Desa Karang Tanjung, Sidoarjo, dalam mengendalikan sampah di aliran air. Trashboom yang dipasang pada Senin (31/8/2026) diharapkan tetap dimanfaatkan dan dirawat masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Pembuatan trashboom menjadi bagian dari penutupan rangkaian pengabdian KKN UMAHA Kelompok 1. Alat tersebut dirancang sebagai penghalang sampah yang terbawa arus sehingga sampah lebih mudah dikumpulkan dan dipilah sebelum menyebar ke bagian aliran air lainnya.

Program itu dipilih karena sampah yang menumpuk di saluran air tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air. Dengan memanfaatkan bahan yang relatif sederhana, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang dapat diteruskan oleh masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Karang Tanjung Atmo mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Ia menilai keberadaan trashboom dapat membantu menjaga kebersihan aliran air sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di desa.

“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan teman-teman KKN UMAHA. Meskipun sederhana, trashboom ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kebersihan aliran air. Harapannya, setelah KKN selesai, masyarakat juga ikut menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa terus dirasakan,” ujar Kades Atmo sebagaimana diberitakan Kompasiana, Selasa (8/9/2026).

Menurut Atmo, keberlanjutan program menjadi hal penting setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menggunakan fasilitas tersebut, tetapi juga ikut menjaga dan mengembangkannya sesuai kebutuhan lingkungan setempat.

Bagi mahasiswa KKN UMAHA Kelompok 1, pemasangan trashboom bukan sekadar kegiatan terakhir sebelum kembali ke kampus. Program tersebut diarahkan untuk meninggalkan manfaat yang masih dapat digunakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.

“Program ini kami harapkan tidak berhenti ketika KKN selesai. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang sederhana, tetapi bisa terus dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat,” demikian semangat yang dibawa mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Keberadaan trashboom sekaligus menunjukkan bahwa penanganan persoalan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Ketika fasilitas tersebut dirawat secara konsisten dan didukung keterlibatan warga, upaya mengurangi sampah di aliran air dapat terus berjalan meski program KKN telah berakhir.

KKN UMAHA Kelompok 1 menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari hasil pengabdian di Desa Karang Tanjung. Pesan yang ditinggalkan bukan hanya berupa fasilitas, tetapi juga dorongan agar kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dan aksi kecil yang dilakukan hari ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kreatif! Ibu-Ibu PKK Desa Mluweh Daur Ulang Koran Bekas

PDF 📄UNGARAN – Limbah koran bekas di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimanfaatkan …

Angkat Batu Bersama, Warga dan Babinsa Perkuat Kemanunggalan

PDF 📄NAGAN RAYA – Kerja bakti bersama menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat …

Kekompakan Warga Sentong Terlihat dari Rangkaian Lomba Agustusan

PDF 📄PROBOLINGGO – Kekompakan warga hingga tingkat dusun menjadi warna utama perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *