Nyadran Alas Pandawa Perkuat Identitas Budaya Kabupaten Batang

BATANG – Tradisi Nyadran Alas Pandawa kembali mempererat kebersamaan masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Kegiatan yang digelar pada Kamis (23/7/2026) itu tidak hanya menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah memperkuat gotong royong, komunikasi warga, serta pelestarian budaya lokal.

Kepala Desa (Kades) Kreyo, Suryoto, mengatakan Nyadran Alas Pandawa merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki makna penting dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.

“Melalui Nyadran Alas Pandawa, kami ingin mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, menghormati warisan leluhur, serta melestarikan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” kata Suryoto saat ditemui di Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis (23/7/2026), sebagaimana diberitakan Suara Baru, Jumat (24/07/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat setempat meyakini Alas Pandawa memiliki sejarah yang berkaitan dengan kisah seorang putri raja yang bersembunyi di kawasan hutan tersebut bersama para pengawalnya ketika menghindari kejaran tentara Belanda. Cerita rakyat itu hingga kini masih diwariskan secara lisan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Kreyo.

Selain menjadi sarana doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan keselamatan warga, Nyadran Alas Pandawa juga dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat hubungan sosial. Berbagai persoalan lingkungan hingga pembangunan desa dibahas dalam suasana kekeluargaan sehingga memperkuat sinergi antarmasyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Kreyo yang terus menjaga tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas daerah.

“Tradisi seperti Nyadran Alas Pandawa memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi modal utama dalam pembangunan desa,” terangnya.

Masyarakat berharap tradisi Nyadran Alas Pandawa terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting agar nilai budaya, semangat kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan tetap terjaga sebagai modal sosial bagi pembangunan Desa Kreyo dan Kabupaten Batang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Mahasiswa UGM Gandeng Desa Atasi Persoalan Sampah Bertahun-Tahun

PDF đź“„MAMUJU – Pengelolaan sampah menjadi fokus utama program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) …

Pemkab Banyuwangi Tampung Ide Anak untuk Kebijakan Lingkungan

PDF đź“„BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menjadikan aspirasi puluhan pelajar sebagai bahan penyusunan kebijakan …

Pengelolaan Sampah Desa Jatiarjo Diperkuat Lewat Mini Insinerator

PDF đź“„PASURUAN – Upaya mengatasi persoalan sampah rumah tangga di Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *