Merti Desa Mranggen, Tradisi yang Menjaga Gotong Royong Warga

MAGELANG – Tradisi Merti Desa dan Merti Merapi di Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan warga sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan di kawasan lereng Gunung Merapi. Gelar budaya yang berlangsung Sabtu (05/09/2026) malam itu mempertemukan masyarakat, pemerintah, seniman, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda dalam satu kegiatan budaya.

Selain menampilkan tradisi lokal, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah kesenian Bali, seperti Tari Pendet dari Gianyar, Tari Gopala dari Denpasar, Tari Bapang Barong, dan Tari Barong Rwa Bhineda. Perjumpaan kesenian dari dua daerah itu menjadi bagian dari pesan bahwa keberagaman budaya dapat dirawat melalui ruang pertemuan masyarakat.

Nilai gotong royong menjadi salah satu pesan utama dalam pelaksanaan Merti Desa dan Merti Merapi. Tradisi tersebut tidak hanya dikemas sebagai pertunjukan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial serta mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan dukungan Squad Nusantara Pimpinan Anak Cabang (PAC) Srumbung yang turut mengawal jalannya acara. Kehadiran organisasi kemasyarakatan tersebut membantu menjaga rangkaian kegiatan tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti acara dengan nyaman.

Sebagaimana diberitakan Liputan7, Minggu (06/09/2026), keterlibatan Squad Nusantara PAC Srumbung juga menunjukkan bentuk dukungan organisasi terhadap kegiatan masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya. Pengawalan tidak hanya dipandang sebagai tugas pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran organisasi di tengah kegiatan positif warga.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Squad Nusantara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Magelang Hari Prasetya mengapresiasi anggota PAC Srumbung yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi seluruh anggota Squad Nusantara PAC Srumbung yang telah menjalankan tugas dengan baik. Kehadiran teman-teman di lapangan merupakan bentuk kepedulian terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan budaya yang menjadi bagian dari identitas dan kebersamaan warga,” ujar Hari.

Menurut Hari, organisasi kemasyarakatan perlu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk kegiatan budaya. Kehadiran organisasi di tengah masyarakat dinilai tidak harus menunggu munculnya persoalan.

“Budaya adalah milik masyarakat. Karena itu, ketika masyarakat menggelar kegiatan budaya, kita harus ikut menjaga agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman. Ini bagian dari membangun kebersamaan,” katanya.

Ia juga menilai Merti Desa dan Merti Merapi membawa pesan sosial dan lingkungan yang penting untuk dipertahankan.

“Yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi nilai yang dibawa. Ada gotong royong, ada kebersamaan, ada penghormatan terhadap budaya, dan ada pesan untuk menjaga lingkungan. Nilai-nilai seperti ini harus terus kita dukung,” ungkapnya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji turut memberikan apresiasi terhadap masyarakat Desa Mranggen yang mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, keberadaan budaya di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana mewariskan nilai kepada generasi berikutnya.

“Budaya jangan hanya dilihat sebagai pertunjukan atau seremoni. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, dan bagaimana masyarakat menjaga hubungan baik satu dengan yang lainnya,” ujar Grengseng.

Grengseng juga menilai kehadiran kesenian Bali memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia yang dapat dipertemukan melalui kegiatan masyarakat.

“Ketika budaya dari berbagai daerah bertemu, kita melihat bahwa keberagaman adalah kekuatan. Ini yang harus terus kita jaga agar persatuan tetap tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, generasi muda perlu mendapat kesempatan untuk mengenal sekaligus mengembangkan kebudayaan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, tradisi tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Kepala Desa (Kades) Mranggen Kazis Fuadi sebelumnya juga menekankan bahwa Merti Desa dan Merti Merapi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan.

“Merti Desa dan Merti Merapi bukan hanya tentang melestarikan sebuah tradisi, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur. Kami ingin budaya ini terus hidup dan bisa dikenalkan kepada generasi muda,” ujar Kazis.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Merapi, Merti Merapi sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan hubungan mereka dengan lingkungan. Tradisi tersebut mengandung pesan mengenai rasa syukur, kepedulian, kebersamaan, dan kesiapsiagaan dalam menjalani kehidupan di kawasan yang memiliki karakter lingkungan khas.

Sementara itu, Merti Desa memperkuat hubungan sosial melalui keterlibatan warga dalam kegiatan bersama. Pertemuan berbagai unsur masyarakat dalam satu acara menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan dukungan lintas kelompok, termasuk pemerintah, organisasi kemasyarakatan, seniman, tokoh budaya, pemuda, dan masyarakat.

Kehadiran kesenian Bali juga memperluas makna kegiatan tersebut sebagai ruang pertukaran budaya. Tradisi masyarakat Magelang dan kesenian Bali dapat tampil berdampingan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Dari Desa Mranggen, Merti Desa dan Merti Merapi tidak hanya meninggalkan kemeriahan pentas seni. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, gotong royong, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Adat Panjer Tanggung Biaya Upacara Massal

PDF đź“„DENPASAR – Warga Desa Adat Panjer, Denpasar, Bali, mendapat fasilitas upacara Atma Wedana tanpa …

Tradisi Nyangku Kembali Hidupkan Warisan Leluhur Panjalu

PDF đź“„CIAMIS – Tradisi Nyangku kembali menjadi ruang bagi masyarakat Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten …

Pemuda dan Ibu-Ibu Tampil Bersama di Karnaval Desa Bulang

PDF đź“„SIDOARJO – Karnaval Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ruang kolaborasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *