PANDEGLANG – Desa Wisata Bandung di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, menjadi lokasi pembelajaran budaya bagi 138 mahasiswa mancanegara dari 13 negara. Program yang berlangsung selama sepekan tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya, tradisi, serta kearifan lokal Banten sekaligus memperkuat promosi desa wisata ke tingkat internasional.
Kegiatan dipusatkan di Bukit Sinyonya, Desa Wisata Bandung. Para peserta berasal dari berbagai kawasan, meliputi Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara (ASEAN), dengan agenda mempelajari konsep keberlanjutan (sustainability) melalui pengalaman langsung bersama masyarakat setempat.
International Office Manager Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Septian Sugara mengatakan Desa Wisata Bandung dipilih karena mampu mempertahankan keaslian adat istiadat dan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi peserta internasional.
“Kami ada 138 peserta, dari 13 negara seperti Eropa, Timur Tengah hingga ASEAN. Jadi selama satu minggu mereka akan belajar sustainability, nilai-nilai keberlanjutan dan budaya Indonesia,” ujar Septian, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu (22/07/2026).
Selama berada di desa wisata tersebut, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas budaya, seperti belajar dasar pencak silat, membatik, memainkan alat musik angklung, serta mengenal permainan tradisional. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada nilai gotong royong dan filosofi budaya yang masih dijaga masyarakat setempat.
Kepala Desa (Kades) Bandung Wahyu Kusnadiharja menilai kunjungan tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Pandeglang kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya berbasis desa.
“Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Melalui Desa Wisata Bukit Sinyonya, kami ingin memperkenalkan budaya, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia kepada negara-negara sahabat. Semoga dari pertemuan ini lahir persahabatan, kolaborasi, serta semakin banyak wisatawan yang datang mengenal Pandeglang,” kata Wahyu.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara membuktikan desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya. Selain memperluas jejaring internasional, kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara