JAKARTA – Kepala Desa (Kades) Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Nasrul Munir, terpilih sebagai salah satu dari 434 kepala desa di Indonesia yang mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II Tahun 2026 di Universitas Indonesia (UI), Depok. Program hasil kolaborasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dan UI tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan desa serta mendorong lahirnya inovasi pembangunan berbasis potensi lokal.
Keikutsertaan Kades Pitue merupakan hasil seleksi terhadap puluhan ribu desa di seluruh Indonesia. Desa Pitue dinilai memiliki rekam jejak tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, kepemimpinan yang inovatif, serta komitmen dalam mengembangkan potensi daerah.
Selama mengikuti KDMK Angkatan II, para peserta memperoleh pembekalan mengenai penguatan kepemimpinan desa, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi desa, hingga strategi pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Program tersebut juga menjadi ruang berbagi praktik terbaik atau best practice serta memperluas jejaring kolaborasi antarkepala desa dari berbagai daerah.
Muhammad Nasrul Munir menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program nasional tersebut. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat dan aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) Pitue.
“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa bagi saya pribadi, dan tentunya bagi seluruh masyarakat Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang. Undangan dari Kemendagri ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan terobosan yang kita upayakan bersama di tingkat desa mendapatkan perhatian dan apresiasi di level nasional,” ujar Nasrul Munir, Selasa (14/7/2026), sebagaimana diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (15/07/2026).
Ia menegaskan seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan desa.
“Di sini kami digembleng langsung oleh para akademisi, praktisi, dan pakar dari Universitas Indonesia. Kami belajar banyak hal, mulai dari tata kelola pemerintahan yang modern, digitalisasi pelayanan, hingga strategi pengembangan ekonomi. Target saya, sepulang dari UI, ilmu, pengalaman, dan networking yang saya dapatkan bisa langsung diimplementasikan di lapangan,”terangnya.
Nasrul berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama program mampu melahirkan inovasi baru yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pitue.
“Dengan semangat belajar dan kolaborasi ini, Pemerintah Desa Pitue terus berkomitmen untuk bertransformasi menjadi desa yang maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata,” pungkas Nasrul penuh optimis.
Program KDMK Angkatan II Tahun 2026 dibuka dengan kuliah umum yang dihadiri langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu menjawab tantangan pembangunan dan pelayanan publik yang semakin dinamis. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara