Mahasiswa Unhas Dorong Transformasi Desa Lewat Pengelolaan Sampah dan UMKM Digital

BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai menjalankan program pengabdian di Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, dengan memprioritaskan pengelolaan sampah dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Bonto Karaeng, Selasa (14/7/2026), menjadi langkah awal untuk menyelaraskan rencana kegiatan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, perwakilan Pemerintah Kecamatan Sinoa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Koordinator Desa KKN Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Desa Bonto Karaeng, Andira, mengatakan seluruh program dirancang agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

“Kami berharap melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa dapat belajar bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan Desa Bonto Karaeng,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Timur, Selasa (14/07/2026).

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Sinoa, Erny, mengapresiasi program yang disusun mahasiswa karena berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh unsur desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan selama masa KKN.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berkontribusi dalam membantu mahasiswa menyelesaikan pengabdiannya demi pemberdayaan dan kemajuan Desa Bonto Karaeng,” katanya.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan program unggulan berupa pengelolaan sampah melalui rencana kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup serta penyediaan tempat sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Selain itu, mahasiswa menyiapkan sejumlah program pendukung, antara lain pendampingan digitalisasi UMKM, sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak dan pergaulan bebas, literasi dasar bagi anak-anak melalui Lentera Kariango, edukasi ruang digital yang aman, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, edukasi perlindungan anak dari ancaman cyberbullying, hingga pemasangan reflektor untuk meningkatkan keselamatan di jalan desa.

Seluruh program tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Desa Bonto Karaeng yang berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

15 Kades Sekadau Hulu Bersatu Desak Penyelesaian Jalan Sejirak-Rawak

PDF 📄SEKADAU – Sebanyak 15 Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sekadau Hulu bersepakat membawa aspirasi …

Tambang Emas Ilegal Ancam Sawah Warga, DLH Banyuwangi Turun Tangan

PDF 📄BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi meminta aktivitas …

Bank Sampah Jolali Perkuat Ekonomi Warga dan Kebersihan Lingkungan

PDF 📄BANJARBARU – Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *