CIREBON – Kebakaran lahan seluas sekitar 15.000 meter persegi terjadi di tepi Jalan Pantura Bypass Cirebon–Jakarta, tepatnya di Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7/2026). Dugaan sementara, kebakaran dipicu aksi pembakaran sampah yang kemudian merembet ke alang-alang dan semak kering akibat tiupan angin kencang.
Peristiwa tersebut membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mengerahkan tiga armada dari Pos Damkar Arjawinangun, Palimanan, dan Weru untuk mengendalikan kobaran api. Informasi ini sebagaimana diberitakan Tribun Jabar, Selasa (14/07/2026).
Laporan awal diterima petugas dari perangkat Desa Arjawinangun sekitar pukul 13.46 WIB mengenai kebakaran sampah di pinggir Jalan Pantura. Tiga menit kemudian, Regu 2 Damkar Arjawinangun diberangkatkan menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.53 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah meluas hingga membakar alang-alang dan semak belukar kering di samping kawasan PT Seyang Active Wear sehingga diperlukan tambahan armada untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus menjaga pasokan air.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan kobaran api sudah membesar ketika petugas tiba di lokasi.
“Saat tiba di lokasi kebakaran pukul 13.53 ternyata yang terbakar bukan hanya sampah, tetapi alang-alang serta semak belukar kering yang berada di samping PT Seyang Active Wear. Kondisi api cukup besar sehingga anggota langsung melakukan pemadaman.”
Menurut Eno, berdasarkan keterangan salah seorang pegawai perusahaan, kebakaran diduga bermula dari ulah oknum yang membakar sampah di sekitar lokasi. Kondisi cuaca yang kering dan embusan angin menyebabkan api cepat menyebar ke area vegetasi.
“Menurut keterangan salah satu pegawai PT Seyang Active Wear, penyebab kebakaran lahan berasal dari oknum yang membakar sampah. Tiupan angin yang kencang serta kondisi alang-alang dan semak yang kering membuat percikan api cepat membesar.”
Selama proses pemadaman, petugas juga menghadapi kendala karena sejumlah titik api berada cukup jauh dari akses jalan sehingga tidak seluruh area dapat dijangkau menggunakan selang armada pemadam. Meski demikian, api akhirnya berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 15.15 WIB. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara