NIAS SELATAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nias Selatan melakukan pengawasan langsung terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di Desa Siwalawa, Kecamatan Fanayama, guna memastikan daftar pemilih tetap akurat dan sesuai dengan kondisi faktual masyarakat.
Kegiatan pengawasan melalui metode uji petik tersebut dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk menemukan perubahan data pemilih, baik warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih maupun mereka yang sudah tidak memenuhi syarat.
Ketua Bawaslu Nias Selatan Neli Pesta Hartati Zebua mengatakan, uji petik menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemutakhiran daftar pemilih berjalan berdasarkan data lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu mencocokkan data administrasi dengan kondisi sebenarnya di masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai perubahan yang terjadi pada daftar pemilih.
Hasil pengawasan itu nantinya akan menjadi bahan penyampaian saran perbaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai tindak lanjut dalam proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan.
Neli menegaskan Bawaslu akan terus memperkuat pengawasan pada setiap tahapan pemutakhiran data pemilih agar daftar pemilih yang dihasilkan semakin valid dan mampu menjamin hak pilih masyarakat pada pelaksanaan pemilu maupun pemilihan mendatang, sebagaimana diberitakan Media Kampung, Rabu (08/07/2026).
Pelaksanaan uji petik tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Siwalawa. Kepala Desa (Kades) Siwalawa Balazizokhi Sarumaha menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bawaslu yang melakukan pengawasan secara langsung di wilayahnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam memastikan keakuratan data pemilih menjadi hal penting agar tidak ada warga yang kehilangan hak politik akibat ketidaksesuaian data.
Dengan adanya pengawasan berbasis fakta lapangan, proses pemutakhiran data pemilih diharapkan mampu menghasilkan daftar pemilih yang lebih terpercaya dan mencerminkan kondisi masyarakat sebenarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara