LEBAK – Aksi gotong royong warga Desa Girilaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, memperbaiki jalan desa secara swadaya membuka perhatian terhadap kondisi infrastruktur pedesaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengungkapkan sekitar 78 persen jalan poros desa di wilayah tersebut masih mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan bertahap.
Warga Desa Girilaya yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengumpulkan dana secara mandiri mulai dari Rp20 ribu hingga jutaan rupiah untuk memperbaiki jalan yang telah lama rusak. Perbaikan dilakukan agar aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian, tidak terus terganggu sembari menunggu penanganan pemerintah.
Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah menyampaikan, kondisi jalan poros desa menjadi salah satu tantangan pembangunan infrastruktur daerah. Dari total 2.088,80 kilometer jalan poros desa yang tersebar di 28 kecamatan, sepanjang 1.631 kilometer masih memerlukan perbaikan.
“Dari total panjang tersebut, sekitar 1.631 kilometer atau 78 persen jalan poros desa masih dalam kondisi rusak dan memerlukan penanganan,” kata Amir sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (07/07/2026).
Menurut Amir, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Lebak belum dapat memperbaiki seluruh ruas jalan secara bersamaan. Pemerintah daerah memilih melakukan penanganan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas yang mengalami kerusakan berat serta memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
“Di tengah kebijakan efisiensi, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, terutama yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Pemkab Lebak pada 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp27,84 miliar untuk penanganan jalan poros desa di 42 lokasi. Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur.
Selain jalan desa, kondisi jalan kabupaten juga menjadi perhatian. Dari total 749,37 kilometer jalan kabupaten, sebanyak 562,49 kilometer atau 75,06 persen berada dalam kondisi mantap, sedangkan 186,82 kilometer lainnya masih membutuhkan perbaikan.
“Tahun 2026 dialokasikan anggaran Rp47,45 miliar untuk 11 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 13,25 kilometer,” kata Amir.
Perbaikan jalan oleh warga Desa Girilaya menjadi gambaran peran masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Pemerintah berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat mempercepat pemerataan infrastruktur desa, khususnya jalan yang menjadi akses utama bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara