BANYUMAS – Sebanyak 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto resmi diterjunkan untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah dengan fokus mendorong inovasi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dilakukan di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Kampus Unsoed, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026). Dalam kegiatan itu, mahasiswa memaparkan sejumlah rencana program yang akan diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Salah satu kelompok mahasiswa yang akan menjalankan program di Kabupaten Purbalingga membawa gagasan terkait pengelolaan lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Kelompok tersebut mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian serta sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Mahasiswa peserta KKN, Daffa Nurwahid, mengatakan kelompoknya akan mencoba mengolah sekam padi menjadi arang serta membuat metode pembakaran sampah dengan asap yang lebih minim.
“Kami ingin membuat arang dari sekam padi dan pembakar sampah yang minim asap,” ujar Daffa.
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mengapresiasi berbagai inovasi yang dibawa mahasiswa untuk membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng turut mendukung program KKN agar manfaatnya dapat dirasakan warga.
“Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya,” kata Taj Yasin.
Selain bidang lingkungan, Taj Yasin juga mendorong mahasiswa agar ikut memperkuat pendampingan bagi UMKM dan mendukung Program Kecamatan Berdaya, terutama dalam perlindungan anak, perempuan, serta lansia.
“Saya minta UMKM didampingi secara serius. Kalau membutuhkan pendampingan kemasan produk, segera berkoordinasi dengan kami supaya mendapat pendampingan yang maksimal,” tambahnya.
Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed Ridlwan Kamaluddin menjelaskan, pelaksanaan KKN periode ini berlangsung mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut terbagi menjadi KKN Nasional dan KKN Internasional.
KKN Nasional dilaksanakan di sembilan kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, serta Belitung Timur. Program tersebut diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, literasi, dan pembangunan desa.
Sementara KKN Internasional dilaksanakan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong sebagai bagian dari upaya memperkenalkan peran mahasiswa Indonesia di tingkat global.
“Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia,” ujar Ridlwan.
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menyampaikan seluruh peserta telah mendapatkan pembekalan kompetensi, literasi, dan penguatan karakter agar mampu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.
Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Dwi Asih Lintarti berharap mahasiswa dapat menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menggali potensi desa selama menjalankan pengabdian.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat desa melalui inovasi, peningkatan kapasitas warga, dan penguatan ekonomi lokal. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara