Pendamping Desa Serap 70 Persen Anggaran, Legislator Minta Evaluasi

JAKARTA Efektivitas penggunaan anggaran pendamping desa senilai sekitar Rp1,2 triliun menjadi sorotan dalam rapat kerja antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah anggota dewan meminta evaluasi menyeluruh agar dana yang terserap besar tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan dan kemajuan desa.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR Daniel Mutaqien Syafiudin dalam rapat kerja bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/06/2026).

Menurut Daniel, keberadaan tenaga pendamping desa perlu diukur berdasarkan kontribusinya terhadap keberhasilan program pembangunan desa, termasuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta peningkatan status desa.

“Hampir 70 persen anggaran Bapak itu terserap untuk tenaga pendamping profesional. Seberapa besar efeknya terhadap akselerasi program yang Bapak lakukan?” kata Daniel.

Ia menilai pemerintah perlu melakukan peninjauan apabila program yang dijalankan tidak memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat desa. Anggaran yang tersedia, menurutnya, harus difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kemandirian desa.

“Kalau yang tidak efektif ya bisa dievaluasi lagi. Tidak perlu semuanya diakomodir,” tegasnya.

Selain menyoroti efektivitas anggaran, Daniel juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas program pendamping desa agar tetap berada pada jalur pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita harus belajar dari pengalaman yang lalu. Jangan sampai ini hanya dijadikan komoditas politik,” pungkasnya.

Pembahasan tersebut muncul di tengah berbagai upaya pemerintah memperkuat pembangunan dari desa melalui beragam program pemberdayaan dan penguatan ekonomi lokal. Evaluasi terhadap tenaga pendamping desa dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Rmol, Rabu (10/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jembatan Garuda Jadi Penopang Akses Pertanian dan Ekonomi Pedesaan PPU

PDF 📄PENAJAM PASER UTARA – Akses warga menuju lahan pertanian dan pusat kegiatan ekonomi di …

Bantuan Bibit hingga Pemeriksaan Kesehatan Warnai Kunjungan Bupati Karo

PDF 📄KARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kecamatan Kutabuluh melalui …

Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Berlangsung Lancar hingga Malam Hari

PDF 📄BANGLI – Sebanyak 106 jenazah mengikuti rangkaian Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan yang digelar secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *