Inovasi BRIN Masuk Desa, Sampah Plastik Kini Bisa Jadi Bahan Bakar

BANTUL Upaya memperluas pengelolaan sampah berbasis desa mendapat dukungan teknologi baru setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pertamina Foundation dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengimplementasikan alat pengolah sampah plastik Faspol 5.0 di Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah, Kapanewon Imogiri. Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi alternatif di tingkat masyarakat.

Peluncuran alat pirolisis multikondensor Generasi 5.0 (Faspol 5.0) dilakukan sebagai bagian dari Program PFsains yang mendorong penerapan hasil riset secara langsung di masyarakat. Implementasi alat ini menjadi salah satu langkah penanganan persoalan sampah yang semakin menantang setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut positif penerapan teknologi tersebut dan menilai inovasi itu dapat dikembangkan ke kelompok-kelompok pengelola sampah lainnya di wilayah Bantul.

“Pengelolaan sampah di sini (Bantul) membutuhkan banyak sinergi karena penanganannya semakin menantang pasca TPA Piyungan ditutup. Sehingga hadirnya BRIN lewat inovasi Faspol yang didukung oleh Pertamina Foundation melalui program PFsains, selaras dengan fokus penanganan kami saat ini dan nanti akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain,” ujar Halim, Selasa, 9 Juni 2026.

Peneliti BRIN sekaligus pemenang Program PFsains Pertamina Foundation 2024, Heru Susanto, menjelaskan bahwa Faspol merupakan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar bernama Petasol melalui teknologi pirolisis multikondensor. Menurutnya, satu kilogram sampah plastik dapat menghasilkan hingga 0,9 liter bahan bakar.

“Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar. Pengolahannya memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar,” ungkap Heru.

Heru menambahkan, teknologi Faspol 5.0 saat ini telah diterapkan di 53 lokasi di Indonesia. BRIN menargetkan setiap desa atau kecamatan dapat memiliki fasilitas serupa guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Dukungan Pertamina Foundation melalui program PFsains, membuat kami bisa mereplikasi inovasi ini ke Bantul yang tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah,” jelas Heru.

Sementara itu, Presiden Direktur (Presdir) Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menegaskan bahwa PFsains dirancang untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, sebagaimana diberitakan Resources Asia, Kamis (11/06/2026).

“Permasalahan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Inilah bentuk inovasi yang kami dorong, yaitu solusi yang hadir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Lewat program PFsains, kami menjembatani hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Agus.

Sejak 2020, PFsains telah mendukung 45 inovator dan peneliti dari berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, hingga pengelolaan limbah. Program tersebut memberikan dukungan pendanaan, pendampingan pengembangan model bisnis, implementasi, serta evaluasi untuk memastikan inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Inisiatif itu juga sejalan dengan program pembangunan nasional yang mendorong penguatan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi dan hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah di masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Cegah Stunting, Desa Sadananya Fokus Perkuat Kapasitas Kader Posyandu

PDF đź“„CIAMIS – Pemerintah Desa (Pemdes) Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, memperkuat kualitas layanan kesehatan …

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Harapan Baru Penggerak Ekonomi Desa Buntulia Tengah

PDF đź“„POHUWATO – Kesiapan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Buntulia Tengah, Kecamatan …

Dasawisma Diperkuat, Program Pembangunan Desa Makin Dekat ke Masyarakat

PDF đź“„BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan keluarga hingga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *