SIGI – Universitas Tadulako memperkuat upaya ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan sistem usahatani terintegrasi di Desa Oloboju. Program berbasis pemberdayaan desa tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas petani dan peternak agar mampu mengelola usaha pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun 2026 yang dilaksanakan perguruan tinggi tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Tani dan Kelompok Ternak melalui Sistem Usahatani Terintegrasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat”. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani “Tani Mandiri” dan Kelompok Ternak “Mekarsari” sebagai mitra utama di Desa Oloboju.
Pelaksanaan program diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat desa, mulai dari keterbatasan teknologi pertanian, ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia, hingga belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi sumber daya produktif.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Nur Khasanah, Najamudin, Rosmaniar Gailea, dan Burhanuddin Nasir. Melalui pendekatan partisipatif, tim tidak hanya menyampaikan materi pelatihan, tetapi juga melakukan praktik lapangan dan pendampingan agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri oleh kelompok masyarakat.
Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu, 30–31 Mei 2026. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif anggota kelompok tani dan kelompok ternak dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik teknologi pertanian ramah lingkungan.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi Universitas Tadulako dalam mendukung pembangunan desa dan penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Kehadiran pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi langkah penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan, sebagaimana diberitakan Fajar, Rabu, (03/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara