KARO – Penguatan kesadaran lingkungan, kesehatan, dan partisipasi generasi muda menjadi fokus utama kegiatan Penyuluhan Komunikasi (PEKOMSI) 2026 yang digelar di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Program pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026 itu melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), warga desa, dan komunitas Tangan Edukasi Indonesia.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan, kesehatan, hingga penguatan nilai kebangsaan. Salah satu program yang menjadi perhatian warga adalah edukasi pengelolaan sampah melalui pembuatan ecobrick, yakni pemanfaatan sampah plastik nonorganik yang dipadatkan ke dalam botol bekas untuk dijadikan bahan ramah lingkungan bagi fasilitas publik desa.
Ketua HMJ Ilmu Komunikasi FISIP UMSU, Adrin Satria Nugroho, mengatakan Desa Gongsol dipilih karena masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah yang memerlukan perhatian bersama.
“Desa Gongsol menjadi perhatian lebih terkait masalah lingkungan karena mayoritas warganya petani dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan sampah. Di sini kami fokus pada generasi muda agar mampu menjadi agen perubahan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan komunikasi sosial. Melalui PEKOMSI 2026, kami ingin membangun budaya komunikasi yang partisipatif, kolaboratif, dan peduli terhadap lingkungan,” ucapnya, sebagaimana diberitakan Viva, Rabu (03/06/2026).
Selain memberikan edukasi lingkungan, mahasiswa juga terlibat langsung dalam aktivitas pertanian bersama warga. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memahami keseharian masyarakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Program kesehatan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta sosialisasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja. Upaya tersebut dilakukan karena persoalan kesehatan dinilai memiliki hubungan erat dengan kondisi lingkungan.
Ketua Panitia PEKOMSI 2026, Rafiq Khalid Izzulhaq, menjelaskan bahwa lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Oleh karena itu, kami menggabungkan kedua isu tersebut agar masyarakat tidak hanya memperoleh edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat langsung melalui layanan kesehatan. Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci hidup sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Kebersamaan antara mahasiswa dan warga juga terlihat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti senam bersama, aktivitas kreatif dan edukatif bagi anak-anak, hingga nonton bareng yang digelar pada 31 Mei 2026.
Rangkaian PEKOMSI 2026 ditutup dengan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 yang diikuti mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Warga Desa Gongsol mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kepedulian lingkungan, pemahaman kesehatan, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai modal pembangunan desa berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara