KEBUMEN – Upaya mengurangi sampah plastik saat perayaan Idul Adha dilakukan warga Desa Podoluhur, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Melalui program pembagian daging kurban menggunakan besek bambu dan daun pisang, masyarakat setempat mengedepankan kepedulian lingkungan tanpa mengurangi makna ibadah kurban.
Kegiatan bertajuk “Berkah Hewan Qurban” tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang menggabungkan nilai keagamaan, sosial, dan pelestarian lingkungan. Warga bersama panitia memilih wadah alami sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai yang berpotensi menambah volume sampah pasca-pembagian daging kurban.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Mina’ul Falah Farm milik Mukhsinun. Sebanyak dua ekor sapi disembelih dan dagingnya disalurkan kepada masyarakat sekitar. Hewan kurban tersebut merupakan bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebagaimana diberitakan Banyumas Ekspres, Jumat (30/05/2026).
Selain mendukung pengurangan sampah plastik, penggunaan besek bambu dan daun pisang juga dinilai mampu menghidupkan kembali pemanfaatan bahan-bahan tradisional yang ramah lingkungan. Langkah tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Koordinator Tenaga Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hendro Tri Subiyantoro, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PP Satria Gerindra, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Mukhsinun menilai Idul Adha menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tetapi juga bagaimana kita berbagi kebahagiaan dan manfaat kepada masyarakat sekitar,” ujarnya dengan penuh semangat.
Partisipasi warga dalam pembagian daging kurban tanpa kemasan plastik menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pemanfaatan besek bambu dan daun pisang, masyarakat membuktikan bahwa tradisi lokal dapat menjadi solusi sederhana dalam mengurangi limbah.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan. Dengan menyaksikan langsung proses distribusi daging kurban menggunakan wadah alami, anak-anak di desa setempat diharapkan semakin memahami dampak positif kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara