CIREBON – Banjir akibat luapan sejumlah sungai setelah hujan deras berkepanjangan merendam 10 desa di Kabupaten Cirebon (Cirebon), Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 421 kepala keluarga (KK) atau 1.114 jiwa terdampak dalam peristiwa yang terjadi sejak Senin (18/5/2026) malam, dengan ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum ikut tergenang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon, Nuggy Pranugrah Affandi, mengatakan banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 23.15 WIB setelah beberapa sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan di wilayah Cirebon dan Kabupaten Kuningan (Kuningan).
“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.15 WIB ketika air masuk ke permukiman warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon,” katanya, sebagaimana dilansir Metrotvnews, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, sungai yang meluap meliputi Sungai Cipager, Ciberes, Cisanggarung, Singaraja-Singaratu, Cisoka, Kalilunyu, dan Cikalong. Luapan air tersebut menyebabkan genangan dengan ketinggian antara 20 sentimeter hingga 150 sentimeter.
BPBD mencatat desa yang terdampak meliputi Desa Dawuan, Desa Banjarwangunan, Desa Jatipiring, Desa Ciuyah, Desa Sindangjawa, Desa Kedungsana, Desa Mertapada Kulon, Desa Japura Kidul, Desa Sigong, dan Desa Japura Lor.
Selain berdampak pada 421 KK, banjir juga merendam 342 rumah, lima fasilitas umum, serta ruas jalan sepanjang 200 meter di Desa Mertapada Kulon. Kawasan Perumahan Lobunta di Desa Banjarwangunan menjadi lokasi dengan genangan tertinggi.
“Petugas BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran wilayah terdampak dan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir,” ucapnya.
BPBD bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penanganan darurat setelah menerima laporan dari masyarakat. Langkah yang dilakukan meliputi evakuasi warga, pendataan korban terdampak, asesmen kerusakan, hingga identifikasi kebutuhan mendesak di lokasi bencana.
“Koordinasi juga dilakukan dengan seluruh pihak di lapangan agar penanganan banjir berjalan terpadu dan efektif,” tuturnya.
Selain penanganan di lapangan, BPBD juga menyebarluaskan informasi perkembangan banjir melalui media sosial, grup WhatsApp, dan berbagai saluran komunikasi lainnya guna memastikan masyarakat memperoleh informasi terkini.
Ia menuturkan hasil asesmen menunjukkan kebutuhan utama warga pascabanjir berupa makanan, selimut, dan karung untuk penanganan sementara. “Kondisi banjir di seluruh wilayah terdampak saat ini telah surut dan para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” ucap dia. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara